Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Terpapar Abu Vulkanik?
ilustrasi abu vulkanik (pexels.com/Suhairy Tri Yadhi)

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin ke sejumlah wilayah perlu diwaspadai. Partikel halus yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga sesak napas. Oleh karenanya, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan perlindungan jika memang perlu keluar.

Namun, apa yang harus dilakukan jika terlanjur terpapar abu vulkanik? Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya, mulai dari membersihkan abu yang menempel pada tubuh hingga melindungi mata dan saluran pernapasan. Agar tetap aman setelah terpapar abu vulkanik, simak penjelasan lengkapnya berikut.

1. Segera masuk ke dalam ruangan

Jika terlanjur berada di luar saat abu vulkanik turun, segera cari tempat tertutup dan masuk ke dalam ruangan. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama jika partikelnya terhirup dalam jumlah banyak. Setelah berada di dalam, tutup pintu, jendela, serta celah atau bukaan lain agar abu tidak semakin banyak masuk ke rumah.

Pastikan juga sistem pendingin ruangan, kipas, atau ventilasi yang mengambil udara dari luar dimatikan sementara. Jika memungkinkan, tetaplah berada di dalam rumah sampai kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Catatan penting, orang dengan gangguan pernapasan sebaiknya lebih waspada dan menghindari paparan abu sebanyak mungkin.

2. Bersihkan abu dari kulit dengan air bersih

Partikel abu yang menempel pada kulit sebaiknya segera dibilas menggunakan air bersih. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena abu bersifat abrasif dan menyebabkan iritasi atau goresan kecil pada kulit. Setelah itu, cuci tubuh dan rambut secara menyeluruh untuk memastikan sisa abu yang menempel benar-benar terangkat.

Jangan lupa mengganti pakaian yang terkena abu. Lepaskan pakaian atau perlengkapan terkontaminasi dengan hati-hati dan hindari mengibaskannya di dalam rumah karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan. Jika memungkinkan, bersihkan atau cuci pakaian tersebut sebelum digunakan kembali.

3. Segera bilas mata jika terkena abu

ilustrasi bilas mata dengan air bersih (unsplash.com/Maridav)

Rasa perih, kemerahan, atau seperti ada benda yang mengganjal bisa muncul ketika abu vulkanik masuk ke mata. Dalam kondisi tersebut, segera bilas mata dengan air bersih yang mengalir selama beberapa menit. Kamu juga dapat menggunakan obat tetes mata atau pelumas mata untuk membantu mengeluarkan partikel abu yang masuk.

Hal yang paling penting, jangan mengucek mata meskipun terasa gatal atau mengganjal. Partikel abu yang terjebak di permukaan mata dapat menggores kornea jika digosok. Jika iritasi atau rasa sakit pada mata tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

4. Bilas atau cuci hidung dengan air bersih maupun NaCL

Jika abu vulkanik masuk ke hidung, bilas bagian tersebut dengan air bersih atau NaCL untuk membantu menghilangkan partikel abu yang menempel. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman atau iritasi pada hidung setelah terpapar abu.

Lakukan secara perlahan dan hindari mengorek atau menggosok bagian dalam hidung karena dapat memperparah iritasi. Jika setelah terpapar abu kamu mengalami kesulitan bernapas, iritasi yang semakin parah, atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik, segera cari pertolongan medis.

5. Lepaskan lensa kontak dan gunakan kacamata

Kalau menggunakan lensa kontak ketika terpapar abu vulkanik, segera lepaskan lensa tersebut. Partikel abu dapat menempel atau terjebak di antara lensa kontak dan permukaan mata sehingga meningkatkan risiko iritasi hingga goresan pada kornea.

Untuk sementara, gunakan kacamata biasa atau kacamata pelindung sebagai gantinya. Penggunaan kacamata juga dapat membantu melindungi mata dari paparan partikel abu yang masih beterbangan di sekitar lingkungan.

6. Pantau gejala kesehatan setelah terpapar

Setelah terkena abu vulkanik, perhatikan kondisi tubuh meskipun paparan sudah berakhir. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, tenggorokan atau hidung terasa iritasi, mata perih, kulit mengalami iritasi, hingga rasa tidak nyaman saat bernapas. Pada orang yang memiliki masalah pernapasan, paparan abu juga dapat membuat gejala yang sudah ada menjadi lebih berat.

Jika kamu mengalami sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan, iritasi mata yang terus-menerus, atau gejala lain yang semakin parah, segera cari pertolongan medis. Selain memantau kondisi tubuh, tetap ikuti informasi dari pemerintah atau otoritas setempat mengenai kualitas udara, keamanan air, kondisi jalan, dan kapan masyarakat sudah diperbolehkan kembali beraktivitas di luar.

Dengan mengetahui apa yang harus dilakukan jika terlanjur terpapar abu vulkanik, kamu bisa lebih siap melindungi diri dan mengurangi risikonya. Jadi, jangan panik dan dan pastikan melakukan langkah-langkah di atas dengan benar, ya.

Referensi

"Volcanic Ash Can Affect Your Health: Here's How to Stay Safe". Medicare Plus. Diakses September 2026.
"Safety Guidelines: After a Volcanic Eruption". CDC. Diakses September 2026.
"Recovery: What To Do Ater Volcanic Activity". National Emergency Management Agency. Diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article