Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menentukan Beban Latihan yang Sesuai dengan Kemampuan Tubuh

5 Cara Menentukan Beban Latihan yang Sesuai dengan Kemampuan Tubuh
ilustrasi fitness (pexels.com/@marcuschanmedia | IG)
  • Mulai dengan beban relatif ringan saat mempelajari gerakan baru, lalu pastikan seluruh repetisi dapat diselesaikan dengan posisi stabil dan kontrol yang baik.
  • Teknik menjadi patokan utama: kurangi beban bila postur berubah, gerakan tidak terkendali, atau tubuh memakai momentum berlebihan untuk mengangkatnya.
  • Sesuaikan beban dengan target repetisi dan tingkat kesulitan, sisakan beberapa repetisi, lalu tingkatkan secara bertahap ketika gerakan sudah lebih mudah dan terkontrol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memilih beban latihan tidak cukup hanya dengan melihat angka yang tertera pada dumbbell atau mesin gym. Beban yang terlalu ringan mungkin membuat latihan kurang menantang, sedangkan beban yang terlalu berat justru dapat membuat gerakan menjadi tidak terkontrol. Karena itu, penting untuk mengetahui cara menentukan beban latihan yang sesuai dengan kemampuan tubuh.

Setiap orang memiliki kemampuan fisik yang berbeda sehingga tidak ada satu angka beban yang cocok untuk semua orang. Bahkan, kemampuan seseorang juga dapat berubah seiring bertambahnya pengalaman, kondisi tubuh, pola tidur, hingga intensitas latihan sebelumnya. Dengan menentukan beban secara tepat, latihan bisa terasa menantang tanpa mengorbankan teknik dan keamanan.

  1. 1. Mulai dari beban yang relatif ringan

    ilustrasi angkat beban
    ilustrasi angkat beban (pexels.com/Engin Akyurt)

    Bagi kamu yang baru mencoba suatu gerakan, sebaiknya jangan langsung menggunakan beban berat meskipun merasa mampu mengangkatnya. Mulailah dengan beban yang relatif ringan untuk mengenali pola gerakan, posisi tubuh, serta rentang gerak yang benar. Cara ini juga membantu tubuh beradaptasi sebelum mendapatkan tekanan latihan yang lebih besar.

    Beban awal dapat dianggap sesuai apabila kamu mampu menyelesaikan seluruh repetisi dengan teknik yang stabil. Misalnya, ketika melakukan latihan sebanyak 10 repetisi, setiap gerakan seharusnya masih dapat dilakukan dengan kontrol yang baik hingga repetisi terakhir. Jika tubuh mulai kehilangan posisi atau gerakan menjadi asal-asalan, kemungkinan beban yang digunakan sudah terlalu berat.

  2. 2. Perhatikan teknik saat melakukan gerakan

    ilustrasi fitness di gym
    ilustrasi fitness di gym (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Teknik merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan apakah beban latihan sudah sesuai kemampuan tubuh. Jangan menjadikan kemampuan mengangkat beban yang lebih berat sebagai tujuan utama jika hal tersebut membuat postur tubuh berubah atau gerakan menjadi tidak terkendali. Kualitas gerakan sebaiknya tetap menjadi prioritas agar latihan memberikan rangsangan yang sesuai.

    Sebagai contoh, ketika melakukan bicep curl, kamu sebaiknya tidak perlu mengayunkan tubuh untuk membantu mengangkat dumbbell. Jika gerakan tersebut mulai dilakukan karena beban terasa terlalu berat, cobalah menurunkan bebannya. Beban yang tepat memungkinkan otot bekerja tanpa membuat kamu harus mengandalkan momentum tubuh secara berlebihan.

  3. 3. Gunakan tingkat kesulitan sebagai patokan

    ilustrasi latihan fitness
    ilustrasi latihan fitness (pexels.com/Mohammad Ubaid)

    Selain jumlah kilogram, kamu juga dapat menilai beban berdasarkan seberapa berat latihan terasa setelah beberapa repetisi. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah menyisakan beberapa repetisi sebelum benar-benar mencapai batas kemampuan. Artinya, setelah menyelesaikan satu set, kamu masih merasa mampu melakukan beberapa repetisi tambahan dengan teknik yang baik.

    Jika sebuah beban membuat kamu sudah kesulitan sejak repetisi pertama atau kedua, kemungkinan bebannya terlalu berat untuk target latihan tersebut. Sebaliknya, jika satu set selesai tanpa terasa menantang sama sekali, bebannya mungkin terlalu ringan. Menemukan titik tengah ini membutuhkan pengalaman, tetapi lama-kelamaan kamu akan lebih mudah mengenali respons tubuh.

  4. 4. Sesuaikan beban dengan jumlah repetisi

    ilustrasi pria fitness
    ilustrasi pria fitness (pexels.com/Franco Monsalvo)

    Jumlah repetisi yang ditargetkan juga perlu dipertimbangkan ketika memilih beban latihan. Beban yang digunakan untuk latihan dengan repetisi tinggi tentu tidak selalu sama dengan beban yang digunakan untuk latihan dengan repetisi lebih rendah. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada kemampuan mengangkat beban sebanyak mungkin.

    Jika program latihan meminta kamu melakukan 10 hingga 12 repetisi, pilih beban yang membuat repetisi akhir terasa cukup menantang tetapi masih dapat dilakukan dengan teknik yang benar. Apabila kamu mampu melakukan jauh lebih banyak repetisi tanpa mengalami kesulitan berarti, beban tersebut mungkin perlu dievaluasi. Sebaliknya, jika target repetisi tidak tercapai karena terlalu berat, kurangi bebannya dan fokus pada kualitas gerakan.

  5. 5. Tingkatkan beban secara bertahap

    ilustrasi angkat beban
    ilustrasi angkat beban (pexels.com/Juho Alonen)

    Kemampuan tubuh dapat berkembang apabila latihan dilakukan secara konsisten dan mendapatkan tantangan yang sesuai. Namun, peningkatan beban sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan dengan menambah beban dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Perubahan kecil memungkinkan tubuh beradaptasi sekaligus membantu kamu mempertahankan teknik latihan.

    Kamu juga tidak harus meningkatkan beban setiap kali datang ke gym. Jika beban saat ini masih terasa menantang dan teknik belum benar-benar stabil, mempertahankannya untuk beberapa sesi merupakan pilihan yang masuk akal. Ketika jumlah repetisi sudah dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terkontrol, barulah kamu dapat mempertimbangkan peningkatan beban secara perlahan.

    Menentukan beban latihan yang sesuai kemampuan tubuh pada dasarnya membutuhkan keseimbangan antara tantangan dan kontrol. Jangan menjadikan angka pada dumbbell atau mesin sebagai ukuran utama keberhasilan karena teknik, kemampuan menyelesaikan repetisi, serta respons tubuh juga perlu diperhatikan. Dengan meningkatkan beban secara bertahap dan tetap memperhatikan kemampuan tubuh, latihan dapat menjadi lebih efektif sekaligus membantu kamu berolahraga dengan lebih aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More