Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Bronkitis Menyebabkan Pneumonia?

Apakah Bronkitis Menyebabkan Pneumonia
ilustrasi pasien bronkitis (freepik.com/stefamerpik)
Intinya sih...
  • Bronkitis dan pneumonia adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun bronkitis dapat menjadi pintu masuk terjadinya pneumonia pada kondisi tertentu.
  • Pneumonia dapat muncul sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk bronkitis, terutama jika gejala tidak membaik atau disertai demam tinggi dan sesak napas.
  • Pneumonia bisa muncul secara bersamaan atau menyusul saat seseorang sedang mengalami bronkitis, terutama akibat infeksi bakteri sekunder. Faktor risiko juga berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah bronkitis menyebabkan pneumonia kerap menjadi pertanyaan banyak orang, terutama saat gejala batuk dan sesak napas berlangsung lama atau makin berat. Bronkitis sering dianggap sebagai infeksi saluran napas yang ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi dalam kondisi tertentu, peradangan ini dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, termasuk pneumonia.

Meski bronkitis dan pneumonia menyerang bagian paru-paru yang berbeda, bronkitis—terutama bronkitis akut akibat infeksi virus atau bakteri—dapat menjadi faktor pemicu terjadinya pneumonia apabila tidak ditangani dengan tepat. Berikut penjelasan lengkap mengenai hubungan bronkitis dan pneumonia serta risiko yang perlu diwaspadai.

Table of Content

Dua kondisi yang berbeda

Dua kondisi yang berbeda

Secara medis, bronkitis dan pneumonia merupakan dua kondisi yang berbeda. Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus, yaitu saluran udara yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru, sementara itu pneumonia terjadi ketika infeksi mencapai alveoli atau kantung udara di paru-paru. 

Bronkitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan sering kali bersifat self-limiting atau dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika infeksi tidak terkendali atau terjadi infeksi bakteri sekunder, kuman dapat menyebar lebih dalam ke jaringan paru-paru dan memicu pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, perokok, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Pneumonia dapat muncul sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk bronkitis, meskipun hal ini tidak terjadi pada semua pasien. Risiko tersebut meningkat ketika gejala bronkitis tidak membaik, menjadi makin berat atau disertai demam tinggi, sesak napas, dan nyeri dada. 

Dalam kondisi ini, infeksi yang awalnya terbatas di bronkus berpotensi menjalar ke jaringan paru-paru. Karena itu, dokter menekankan pentingnya memantau perkembangan gejala bronkitis dan tidak mengabaikan tanda-tanda perburukan, agar pneumonia dapat dicegah atau ditangani sedini mungkin.

Infeksi bakteri sekunder

Ilustrasi organ paru-paru.
ilustrasi paru-paru (freepik.com/freepik)

Penjelasan lain menyebut bahwa bronkitis sebenarnya tidak berubah menjadi pneumonia. Pneumonia bisa muncul secara bersamaan atau menyusul saat seseorang sedang mengalami bronkitis, terutama akibat infeksi bakteri sekunder. Artinya, yang terjadi bukanlah perubahan penyakit, melainkan infeksi baru yang menyerang bagian paru-paru yang lebih dalam ketika pertahanan tubuh sedang melemah.

Kondisi ini pula yang membuat bronkitis dan pneumonia kerap sulit dibedakan hanya dari gejala, karena keduanya sama-sama ditandai batuk, demam, dan sesak napas. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen dada, sering dibutuhkan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat, sekaligus menegaskan bahwa bronkitis pada umumnya tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.

Faktor risiko

Selain faktor perjalanan penyakit, kondisi individu juga berperan besar dalam menentukan apakah bronkitis berisiko berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia lebih mudah terjadi pada orang dengan imunitas rendah, penyakit kronis, atau paparan faktor risiko seperti polusi udara dan kebiasaan merokok. 

Pada kelompok ini, mekanisme pertahanan paru-paru tidak bekerja optimal sehingga kuman lebih mudah mencapai alveoli. Karena itu, para ahli menekankan bahwa bronkitis tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan, tetapi tetap harus ditangani secara tepat. 

Dengan istirahat cukup, pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta kewaspadaan terhadap gejala yang memburuk, risiko bronkitis berkembang menjadi pneumonia dapat ditekan.

Referensi

"Chest Cold (Acute Bronchitis) Basics". CDC. Diakses Januari 2026.

"Bronchitis" . Mayo Clinic. Diakses Januari 2026.

"Acute Bronchitis". National Library of Medicine. Diakses Januari 2026.

"Pneumonia". Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diakses Januari 2026.

"Can Bronchitis Turn Into Pneumonia?" GoodRx. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Waspada! Ini Gejala Diabetes pada Perempuan yang Unik

10 Jan 2026, 10:07 WIBHealth