Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Minum Air Dingin Benar-Benar Mendinginkan Tubuh?
ilustrasi minum minuman dingin saat cuaca panas (pexels.com/Timur Weber)
  • Air es memang menyerap panas dari tubuh, tetapi efeknya terhadap suhu inti tubuh tidak sesederhana yang banyak orang kira.

  • Minuman dingin sering membuat kita merasa lebih sejuk, tetapi penurunan suhu tubuh yang nyata bergantung pada kondisi lingkungan dan respons tubuh, terutama keringat.

  • Dalam kondisi tertentu, minuman dingin atau es bahkan lebih efektif dibanding minuman hangat untuk membantu mengurangi beban panas tubuh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menunjukkan bahwa minuman dingin memiliki manfaat nyata bagi tubuh, terutama di lingkungan panas dan lembap. Dengan menyerap sebagian panas internal, air es membantu mengurangi beban panas ketika penguapan keringat tidak optimal. Selain itu, artikel menegaskan bahwa air dingin aman dikonsumsi dan berperan penting dalam menjaga hidrasi serta kenyamanan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Segelas air es sering menjadi pilihan pertama ketika cuaca terasa menyengat. Sensasi dinginnya langsung terasa di mulut, tenggorokan, hingga perut. Tak heran jika banyak orang menganggap minum es adalah cara tercepat untuk mendinginkan tubuh.

Minum air dingin memang membantu membuang panas dari tubuh. Namun, tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu yang kompleks, dan efek akhirnya dipengaruhi oleh bagaimana tubuh merespons minuman dingin tersebut.

Jadi, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan apakah minum minuman dingin benar-benar mendinginkan tubuh, terus baca artikel ini sampai habis, ya!

Apa yang terjadi saat air dingin masuk ke dalam tubuh?

Secara fisika, cairan dingin akan menyerap panas dari jaringan yang lebih hangat. Saat kamu minum air es, tubuh harus menghangatkan cairan tersebut hingga mendekati suhu tubuh, sekitar 37 derajat Celsius. Untuk melakukan itu, panas berpindah dari tubuh ke air yang diminum. Artinya, sejumlah panas memang keluar dari tubuh.

Menurut para ahli, air dingin dan es memberikan pendinginan internal karena menyerap panas saat suhunya naik menuju suhu tubuh. Pada minuman berbentuk es serut (ice slurry), efek pendinginan bahkan lebih besar karena tubuh juga harus menyediakan energi untuk melelehkan es tersebut.

Dari sudut pandang termodinamika, air es memang mengambil panas dari tubuh. Akan tetapi, tubuh tidak hanya pasif menerima perubahan suhu, melainkan langsung meresponsnya.

Kenapa tubuh tidak selalu menjadi lebih dingin?

Tubuh mengatur suhu melalui berbagai mekanisme, salah satunya adalah produksi keringat. Ketika reseptor suhu di saluran pencernaan mendeteksi minuman dingin, tubuh dapat mengurangi produksi keringat untuk sementara waktu.

Sekilas itu terdengar baik, tetapi pada dasarnya berkeringat adalah salah satu cara utama tubuh membuang panas. Jika produksi keringat berkurang, maka penguapan dari kulit juga berkurang. Akibatnya, panas yang berhasil dibuang melalui air es bisa saja terkompensasi oleh berkurangnya pendinginan melalui keringat.

Karena alasan itu, beberapa penelitian menyebut selama olahraga dalam kondisi tertentu, suhu inti tubuh orang yang minum air dingin tidak selalu lebih rendah dibanding mereka yang minum cairan yang lebih hangat.

Dengan kata lain, merasa lebih dingin tidak selalu berarti suhu inti tubuh benar-benar turun secara signifikan.

Jadi, apakah efek dari minum air dingin itu cuma bersifat psikologis?

ilustrasi minum air dingin (magnific.com/freepik)

Minuman dingin tetap memberikan manfaat fisiologis yang nyata.

Sebuah tinjauan ilmiah menyimpulkan bahwa minuman dingin dan es serut dapat mengurangi beban panas tubuh, terutama ketika kemampuan keringat untuk menguap tidak optimal.

Ini secara langsung berguna saat cuaca panas dan lembap, kamu berada di ruangan yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, melakukan aktivitas fisik berat di lingkungan tropis, atau sedang memakai pakaian yang membatasi penguapan keringat.

Dalam kondisi-kondisi di atas, keringat yang diproduksi tubuh sering kali hanya menetes tanpa sempat menguap, padahal penguapan adalah proses yang menghasilkan efek pendinginan terbesar. Karena penguapan kurang efektif, pendinginan internal dari minuman dingin menjadi lebih berharga.

Ada yang bilang minuman panas justru mendinginkan tubuh, faktanya?

Klaim ini berasal dari penelitian yang menunjukkan bahwa minuman panas dapat meningkatkan produksi keringat. Jika keringat tersebut berhasil menguap, tubuh bisa kehilangan panas lebih banyak daripada panas yang masuk dari minuman panas itu sendiri. Namun, ada syarat penting, yaitu keringat harus benar-benar menguap.

Pada lingkungan yang sangat lembap, seperti di banyak wilayah di Indonesia, penguapan keringat sering tidak maksimal. Dalam kondisi seperti ini, keuntungan dari minuman panas menjadi jauh lebih kecil.

Karena itu, untuk sebagian besar orang yang sedang kepanasan di cuaca tropis, minuman dingin tetap merupakan pilihan yang lebih nyaman dan praktis.

Apakah air es berbahaya saat cuaca panas?

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan air es berbahaya bagi orang sehat hanya karena diminum saat cuaca panas.

Sebagian orang mungkin mengalami sensasi tidak nyaman, sakit kepala akibat rangsangan dingin (brain freeze), atau gangguan lambung jika sangat sensitif terhadap suhu dingin. Namun secara umum, air dingin aman dikonsumsi.

Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Hidrasi yang cukup membantu tubuh mengatur suhu melalui produksi keringat dan berbagai proses fisiologis lainnya. Bahkan, dehidrasi ringan dapat mengganggu kemampuan tubuh membuang panas.

Kesimpulannya, air es memang menyerap panas dari tubuh dan memberikan efek pendinginan internal. Namun, tubuh juga menyesuaikan responsnya, terutama lewat perubahan produksi keringat.

Dalam kondisi panas dan lembap seperti di Indonesia, minuman dingin biasanya membantu mengurangi beban panas dan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Meski begitu, faktor terpenting tetaplah menjaga hidrasi.

Referensi

Ollie Jay and Nathan B. Morris, “Does Cold Water or Ice Slurry Ingestion During Exercise Elicit a Net Body Cooling Effect in the Heat?,” Sports Medicine 48, no. S1 (January 24, 2018): 17–29, https://doi.org/10.1007/s40279-017-0842-8.

"Water: How much should you drink every day?" Mayo Clinic. Diakses Juni 2026.

“Cold Water and Ice Slurry Ingestion for Reducing Body Temperature During Exercise in the Heat - Gatorade Sports Science Institute,” Gatorade Sports Science Institute, n.d., https://www.gssiweb.org/sports-science-exchange/article/cold-water-and-ice-slurry-ingestion-for-reducing-body-temperature-during-exercise-in-the-heat/1000?

Editorial Team

Related Article