Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan air es berbahaya bagi orang sehat hanya karena diminum saat cuaca panas.
Sebagian orang mungkin mengalami sensasi tidak nyaman, sakit kepala akibat rangsangan dingin (brain freeze), atau gangguan lambung jika sangat sensitif terhadap suhu dingin. Namun secara umum, air dingin aman dikonsumsi.
Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Hidrasi yang cukup membantu tubuh mengatur suhu melalui produksi keringat dan berbagai proses fisiologis lainnya. Bahkan, dehidrasi ringan dapat mengganggu kemampuan tubuh membuang panas.
Kesimpulannya, air es memang menyerap panas dari tubuh dan memberikan efek pendinginan internal. Namun, tubuh juga menyesuaikan responsnya, terutama lewat perubahan produksi keringat.
Dalam kondisi panas dan lembap seperti di Indonesia, minuman dingin biasanya membantu mengurangi beban panas dan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Meski begitu, faktor terpenting tetaplah menjaga hidrasi.
Referensi
Ollie Jay and Nathan B. Morris, “Does Cold Water or Ice Slurry Ingestion During Exercise Elicit a Net Body Cooling Effect in the Heat?,” Sports Medicine 48, no. S1 (January 24, 2018): 17–29, https://doi.org/10.1007/s40279-017-0842-8.
"Water: How much should you drink every day?" Mayo Clinic. Diakses Juni 2026.
“Cold Water and Ice Slurry Ingestion for Reducing Body Temperature During Exercise in the Heat - Gatorade Sports Science Institute,” Gatorade Sports Science Institute, n.d., https://www.gssiweb.org/sports-science-exchange/article/cold-water-and-ice-slurry-ingestion-for-reducing-body-temperature-during-exercise-in-the-heat/1000?