"Di masa depan remaja akan menjadi pemimpin kita, akan menjadi orang tua, akan menjadi guru, akan menjadi presiden, anggota DPR, dan yang lain-lain. Jadi investasi pada kesehatan remaja itu hal yang sangat penting," ujarnya dalam acara 'Mengenali Gangguan Mental Pada Anak', pada Selasa (21/07/2026).
Sepertiga Remaja Indonesia Punya Gangguan Mental, Tertinggi Anxiety

Saat ini Asia merupakan negara dengan populasi remaja terbesar di dunia, yaitu 57,1 persen.
Di Indonesia saja pada tahun 2021, populasi remaja ada 46 juta dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir sama, dengan sebaran 6 provinsi tertinggi ada di Jawa, Sumatra Utara, Banten dan Jakarta.
Remaja menjadi kelompok yang tidak bisa terhindar dari masalah kesehatan mental, secara global 1 dari 7 mengalami masalah tersebut.
Remaja masuk dalam kelompok populasi yang relatif sehat dan bugar. Namun di balik itu, usia mereka ternyata rentan karena remaja membawa faktor risiko yang dialami saat remaja ke masa depan.
Misalnya, jika sejak remaja mereka sudah konsumsi makanan yang tidak sehat, merokok sampai minum alkohol, masa depannya akan sama seperti itu. Begitu juga remaja yang hobi berselancar di media sosial, yang bisa berarti kurang beraktivitas fisik, saat dewasa memiliki kebiasaan yang sama.
Table of Content
Remaja bisa mengalami gangguan mental
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Angga Wirahmadi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S.(K) menyebut bahwa remaja di masa lalu akan menjadi remaja di masa depan.
Saat ini Asia merupakan negara dengan populasi remaja terbesar di dunia, yaitu 57,1 persen. Di Indonesia saja pada tahun 2021, populasi remaja ada 46 juta dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir sama, dengan sebaran 6 provinsi tertinggi ada di Jawa, Sumatra Utara, Banten dan Jakarta.
Remaja menjadi kelompok yang tidak bisa terhindar dari masalah kesehatan mental, secara global 1 dari 7 mengalami masalah tersebut.
Remaja tidak 'benar-benar sehat'

Meski dianggap sebagai populasi yang sehat, ternyata remaja bukan populasi yang benar-benar sehat. Ada banyak permasalahan yang tertutupi, seperti soal fisik, sosial, mental dan perilaku yang berlebihan.
Permasalahan fisik yang menghantui remaja, di antaranya anemia, risiko penyakit metabolik seperti obesitas, hipertensi, kecing manis—gangguan nutrisi seperti stunting, obesitas, lalu penyakit menular.
Permasalahan sosial turut dihadapi oleh remaja, yaitu kecanduan gadget, perundungan dan juga perilaku berisiko seperti coba-coba berhubungan badan yang bisa menyebabkan kehamilan, balapan liar, merokok, alkohol, obat-obatan, bahkan judi online.
"Gangguan paling sering adalah depresi, anxiety atau kecemasan dan gangguan perilaku. Bunuh diri merupakan penyebab nomor tiga tertinggi dari kematian populasi usia muda. Jadi, hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk kita perhatikan, karena kita berperan untuk mengatasi gangguan mental itu," jelas dr. Angga.
Sepertiga remaja mengalami gangguan mental
Populasi remaja di Indonesia mencapai 46 juta. Namun 15,5 juta atau sepertiganya memiliki masalah kesehatan mental menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS).
"Dengan permasalahan tertinggi adalah kecemasan, hiperaktivitas, depresi, gangguan perilaku dan stres. Setelah remaja tersebut dilakukan evaluasi oleh dokter, munculah diagnosis gangguan mental. Dan ternyata 5,5 persen atau 1 dari 20 remaja memiliki gangguan mental, yaitu cemas, depresi, gangguan perilaku, gangguan stress pascatrauma (PTSD) dan hiperaktif," dr. Angga mengatakan.
Masalah kesehatan mental terjadi pada remaja karena mereka harus melewati masa transisi yang sangat membingungkan. Saat itu terjadi perubahan fisik atau pubertas sehingga pengaruh hormonal menyebabkan permasalahan pada remaja.
Seorang remaja yang mengalami depresi, dicurigai pada mereka yang kerap merasa rendah diri, depresi, tidak berdaya, sulit tidur, kurang energi, tidak nafsu makan serta merasa dirinya tidak baik. Jika tanda-tanda ini dialami, maka mereka harus dievaluasi lebih lanjut.
"Bagaimana kita curiga remaja atau anak muda mengalami anxiety atau kecemasan? Ini bisa kita curigai kalau mereka overthinking, sering memikirkan sesuatu, menghindari sesuatu yang mereka tidak suka, sering berkeringat, sakit perut, butuh selalu ditenangkan, selalu bergerak karena merasa khawatir, sakit kepala, berdebar-debar, sulit tidur. Jadi gejalanya sebenarnya agak sulit dibedakan dengan gangguan-gangguan yang lain," tutur dr. Angga









![[QUIZ] Dari Cara Kamu Pulih setelah Sakit, Ini Kekuatan Sistem Imun Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250521/health-25-444e1146cca562b350101aba61264e15-d1c7ce7547ed9f5ea30339f1948023a1.jpg)
![[QUIZ] Dari Kebiasaan Sarapan, Kami Tebak Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai](https://image.idntimes.com/post/20260626/freepik-369_55677fbd-81bb-4f64-9a21-2112bb05347a.jpg)





![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lari, Kami Bisa Ungkap Risiko Cederamu](https://image.idntimes.com/post/20260504/chander-r-z4wh11fmfiq-unsplash_d88e76be-ec98-4166-a17b-68a5597d98b0.jpg)
![[QUIZ] Dari Kondisi Kulitmu, Ini Mungkin Nutrisi yang Kamu Butuhkan](https://image.idntimes.com/post/20250729/2148255249_4db38cce-2be7-434d-850f-91b76e856241.jpg)



