Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Asal Cuci, Begini Cara Membersihkan Menstrual Cup

Jangan Asal Cuci, Begini Cara Membersihkan Menstrual Cup
ilustrasi mencuci menstrual cup (magnific.com/magnific)
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan atau melepas menstrual cup.

  • Selama menstruasi, cup dapat dibilas dengan air bersih setiap kali dikosongkan; tidak perlu direbus setiap kali dilepas.

  • Setelah satu siklus menstruasi selesai, disinfeksi cup sesuai petunjuk produk. Rekomendasinya perebusan selama 5–10 menit untuk cup yang memang aman direbus atau terpapar air panas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menstrual cup bersentuhan langsung dengan darah menstruasi dan berada di dalam vagina selama beberapa jam. Karena dapat digunakan berulang kali selama bertahun-tahun, kebersihannya perlu dijaga setiap kali digunakan.

Menstrual cup secara umum dianggap sebagai pilihan produk menstruasi yang aman. Berbagai studi tidak menemukan efek buruk terhadap flora vagina. Meski demikian, beberapa efek samping dan kasus toxic shock syndrome (TSS) yang sangat jarang pernah dilaporkan sehingga penggunaan serta menjaga kebersihannya tetap penting.

  1. 1. Mulai dari mencuci tangan

    Sebelum menyentuh cup, cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Lakukan hal yang sama setelah selesai memasukkan atau mengeluarkannya.

    Langkah sederhana ini penting karena tangan dapat memindahkan mikroorganisme ke permukaan cup. Selain itu, mengikuti petunjuk pemakaian produk karena cara penggunaan dan perawatan dapat berbeda antarproduk.

  2. 2. Kosongkan lalu bilas cup selama menstruasi

    Setelah cup dilepas, buang darah menstruasi ke toilet kemudian bilas cup menggunakan air bersih sebelum memasukkannya kembali.

    Menstrual cup umumnya perlu dikosongkan sekitar setiap 6–12 jam, tergantung jenis cup, banyaknya darah menstruasi, dan instruksi produk. Setelah dikosongkan, cup dapat dibilas menggunakan air bersih lalu digunakan kembali.

    Jika petunjuk produk memperbolehkan penggunaan sabun, gunakan sabun yang lembut dan tidak berpewangi, kemudian bilas sampai tidak ada sisa sabun. Produk berpewangi dapat menimbulkan iritasi pada sebagian orang.

    Tidak perlu merebus cup setiap kali dikosongkan.

  3. 3. Bagaimana kalau sedang di toilet umum tanpa wastafel?

    Menstrual cup berwarna merah muda diletakkan di atas kain putih sebagai ilustrasi produk kebersihan menstruasi.
    ilustrasi menstrual cup (pexels.com/Amy Murrell)

    Pembilasan setiap kali cup dikosongkan memang sering dianjurkan, tetapi tidak selalu memungkinkan ketika tidak tersedia air di dalam bilik. Salah satu pilihan adalah membawa botol kecil berisi air bersih untuk membilas cup.

    Yang tetap penting adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani cup bila fasilitas memungkinkan. Jangan menggunakan air yang kebersihannya meragukan untuk mencuci produk yang akan dimasukkan kembali ke vagina.

  4. 4. Setelah menstruasi selesai, baru lakukan disinfeksi lebih menyeluruh

    Setelah satu siklus menstruasi berakhir, cup perlu dibersihkan lebih menyeluruh sebelum disimpan. Menstrual cup bisa direbus selama 5–10 menit setelah setiap siklus menstruasi. Namun, selalu periksa petunjuk produknya karena material dan metode perawatan setiap cup dapat berbeda.

    Ada bukti laboratorium yang mendukung penggunaan panas. Studi in vitro pada 2022 menguji cup silikon yang telah terkontaminasi darah dan Staphylococcus aureus. Dari empat metode yang diuji, pencucian dengan air dan sabun kemudian merendam cup dalam air yang baru mendidih selama 5 menit menghasilkan tidak adanya bakteri hidup yang terdeteksi pada cup. Membilas dengan air lalu merendamnya dalam air panas juga efektif.

    Namun, karena itu adalah studi laboratorium, hasilnya menunjukkan metode tersebut efektif mengurangi bakteri pada cup yang diuji, tetapi tidak membuktikan bahwa perebusan selama waktu tertentu akan mencegah infeksi pada setiap pengguna.

  5. 5. Keringkan sebelum disimpan

    Setelah dibersihkan di akhir siklus menstruasi, biarkan cup mengering sebelum disimpan. Cup biasanya disimpan dalam kantong atau wadah yang memang disediakan bersama produk, misalnya kantong kain. Ini penting untuk menjaganya tetap bersih, kering, dan dalam kondisi baik.

  6. 6. Cup yang sudah rusak sebaiknya jangan terus dipakai

    Ilustrasi menstrual cup sebagai produk kebersihan menstruasi yang dapat digunakan kembali untuk menampung darah haid.
    ilustrasi menstrual cup (unsplash.com/Oana Cristina)

    Saat membersihkan cup, selalu cek kondisinya. Jika material mulai retak, rusak, berubah bentuk, atau menunjukkan tanda kerusakan lain, ikuti rekomendasi produk mengenai penggantian.

    Studi 2026 menganalisis 369 sampel menstrual cup dari 172 remaja di Kenya yang diikuti hingga 30 bulan. Para peneliti menemukan cup yang mengalami kerusakan dikaitkan dengan kelimpahan relatif mikroorganisme yang berpotensi patogen lebih tinggi pada permukaannya. Meski demikian, tidak ditemukan kejadian serius terkait penggunaan menstrual cup dalam kelompok tersebut.

    Walaupun perubahan warna sedikit tidak otomatis berbahaya, tetapi kerusakan fisik merupakan alasan untuk mengecek kembali petunjuk produk dan mempertimbangkan mengganti cup.

  7. Apakah menstrual cup yang tidak bersih pasti menyebabkan infeksi?

    Tinjauan sistematis pada 2025 yang mengevaluasi 31 penelitian mengenai produk menstruasi dan infeksi saluran reproduksi atau kemih menyimpulkan bahwa hubungan antara jenis produk menstruasi dan risiko infeksi masih belum bisa dipastikan, karena kualitas serta metode penelitian sangat beragam. Para peneliti menekankan perlunya studi yang mencatat lebih detail cara mencuci, mengeringkan, dan menyimpan produk yang dapat digunakan kembali.

    Cara membersihkan menstrual cup cukup sederhana. Awali dengan cuci tangan, kosongkan dan bilas secara rutin selama menstruasi, lakukan disinfeksi sesuai petunjuk setelah siklus selesai, kemudian keringkan dan simpan dengan baik. Tidak perlu menggunakan berbagai produk pembersih atau merebus cup setiap kali selesai dikosongkan.

    Jika selama menggunakan menstrual cup muncul demam mendadak, muntah, ruam, pusing berat, merasa sangat lemah, nyeri yang tidak biasa, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera lepaskan cup dan cari pertolongan medis. TSS sangat jarang, tetapi merupakan kondisi serius yang butuh penanganan segera.

    Referensi

    Anna Maria van Eijk et al., “Menstrual Cup Use, Leakage, Acceptability, Safety, and Availability: A Systematic Review and Meta-analysis,” The Lancet Public Health 4, no. 8 (2019): e376–e393, https://doi.org/10.1016/S2468-2667(19)30111-2.

    U.S. Food and Drug Administration, “Menstrual Product Options, Facts, and Safe Use,” diakses Agustus 2026.

    UNICEF, Guide to Menstrual Hygiene Materials (New York: UNICEF, 2019), 30–31, diakses Agustus 2026.

    Cleveland Clinic, “Menstrual Cups: How They Work, Safety and Pros & Cons,” diakses Agustus 2026.

    Nadine Wunsch et al., “In Vitro Study to Assess Effective Cleaning Techniques for Removing Staphylococcus aureus from Menstrual Cups,” International Journal of Environmental Research and Public Health 19, no. 3 (2022): 1450, https://doi.org/10.3390/ijerph19031450.

    Garazi Zulaika et al., “Characterizing the Bacterial Surface Profiles of Menstrual Cups and Their Association with User Characteristics and Vaginal Microbiomes in an Adolescent Cohort from Western Kenya,” Gates Open Research 10 (2026): 25, https://doi.org/10.12688/gatesopenres.16380.1.

    Ana Krause et al., “Assessing the Relationship between Menstrual Products and Reproductive and Urogenital Tract Infections (RUTIs): A Systematic Review Evaluating the Evidence and Recommendations for Future Research,” PLOS ONE 20, no. 12 (2025): e0332006, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0332006.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More