- 12,2 persen peserta yang menggunakan tirzepatide.
- 13,1 persen peserta yang menggunakan dulaglutide.
Mounjaro Disetujui untuk Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Pada 28 Agustus 2026, FDA memperluas penggunaan Mounjaro untuk menurunkan risiko kematian kardiovaskular, serangan jantung nonfatal, dan stroke nonfatal pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang berisiko tinggi.
Persetujuan didukung studi SURPASS-CVOT terhadap lebih dari 13 ribu orang dengan diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik.
Mounjaro memiliki angka kejadian kardiovaskular mayor 8 persen lebih rendah dibanding Trulicity, tetapi tidak terbukti secara statistik lebih unggul dari obat pembanding tersebut.
Mounjaro selama ini lebih dikenal sebagai obat suntik untuk membantu mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2. Kini manfaatnya meluas hingga jantung dan pembuluh darah.
Pada 28 Agustus 2026, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) menyetujui penggunaan Mounjaro atau tirzepatide untuk menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor, yaitu kematian akibat penyakit kardiovaskular, serangan jantung nonfatal, atau stroke nonfatal pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang memiliki risiko tinggi mengalami kejadian tersebut.
Mounjaro sering dikelompokkan bersama obat GLP-1, tetapi sebenarnya obat ini bekerja pada dua reseptor sekaligus: GIP dan GLP-1. Obat diberikan melalui suntikan di bawah kulit sekali seminggu.
Table of Content
1. Kenapa perlindungan jantung penting pada diabetes?
Diabetes tipe 2 tidak hanya berkaitan dengan gula darah yang tinggi. Dalam jangka panjang, penyakit ini juga meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular.
Karena itu, terapi diabetes modern tidak lagi hanya menargetkan nilai HbA1c. Kemampuan obat untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular juga menjadi pertimbangan penting, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau berisiko tinggi mengalaminya.
Persetujuan terbaru Mounjaro terutama didukung oleh studi SURPASS-CVOT, salah satu uji klinis kardiovaskular terbesar untuk tirzepatide.
2. Studi melibatkan lebih dari 13 ribu orang
Studi melibatkan 13.299 peserta dari 30 negara. Mereka merupakan orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang juga sudah memiliki atherosclerotic cardiovascular disease (ASCVD), misalnya penyakit akibat penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.
Peserta secara acak mendapat tirzepatide hingga 15 mg seminggu sekali atau dulaglutide 1,5 mg seminggu sekali. Dulaglutide, yang dijual dengan merek Trulicity, dipilih sebagai pembanding karena obat GLP-1 tersebut sebelumnya sudah terbukti memiliki manfaat kardiovaskular.
Para peneliti kemudian mengikuti peserta selama median sekitar empat tahun untuk melihat kejadian MACE-3, yang terdiri dari kematian akibat penyakit kardiovaskular, serangan jantung, atau stroke.
3. Mounjaro mencatat kejadian kardiovaskular lebih sedikit

ilustrasi seorang laki-laki menggunakan obat GLP-1 untuk menurunkan berat badan (IDN Times/NRF) Hasil yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine menunjukkan kejadian MACE-3 terjadi pada:
Secara relatif, angka kejadian pada kelompok tirzepatide sekitar 8 persen lebih rendah dibandingkan dulaglutide.
Tujuan utama studi adalah membuktikan bahwa tirzepatide tidak lebih buruk atau noninferior dibanding dulaglutide dalam melindungi jantung. Target tersebut tercapai. Akan tetapi, penelitian tidak menunjukkan bahwa tirzepatide secara statistik lebih unggul daripada dulaglutide untuk MACE-3.
4. Lalu, kenapa FDA tetap memberikan indikasi kardiovaskular?
Perlu diketahui bahwa penelitian ini tidak membandingkan tirzepatide dengan plasebo, melainkan dengan dulaglutide. Dengan demikian, menunjukkan bahwa tirzepatide setidaknya mempertahankan tingkat perlindungan kardiovaskular yang tidak lebih buruk dibanding terapi aktif tersebut menjadi temuan yang bermakna.
Analisis eksploratif lain dalam jurnal Diabetes Care pada 2026 mencoba memperkirakan bagaimana tirzepatide akan dibandingkan dengan plasebo dengan menggabungkan data SURPASS-CVOT dan studi REWIND. Analisis tidak langsung tersebut memperkirakan tirzepatide berkaitan dengan risiko MACE sekitar 28 persen lebih rendah dibanding plasebo hipotetis.
Namun, analisis ini bukan uji klinis langsung tirzepatide versus plasebo, sehingg hasilnya dianggap sebagai bukti pendukung, bukan pengganti uji head-to-head.
5. Bukan berarti semua orang dengan diabetes perlu Mounjaro
Indikasi baru FDA berlaku untuk orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang berisiko tinggi mengalami kejadian kardiovaskular. Populasi dalam SURPASS-CVOT sendiri lebih spesifik, yaitu seluruh peserta sudah memiliki ASCVD.
Karena itu, hasil penelitian tidak boleh langsung diterapkan pada setiap orang dengan diabetes tipe 2, terlebih pada orang tanpa diabetes yang hanya ingin menurunkan berat badan.
Secara regulasi, Mounjaro juga tidak sama dengan Zepbound. Keduanya mengandung tirzepatide, tetapi di AS Mounjaro dipasarkan untuk diabetes tipe 2, sedangkan Zepbound memiliki indikasi terkait pengelolaan berat badan dan kondisi tertentu yang berkaitan dengan obesitas.
6. Efek samping tetap perlu dipertimbangkan

ilustrasi obat GLP-1 (IDN Times/Novaya Siantita) Efek samping yang paling sering muncul terutama berasal dari saluran pencernaan, seperti mual, diare, berkurangnya nafsu makan, muntah, konstipasi, gangguan pencernaan, dan nyeri perut.
Tirzepatide juga memiliki peringatan dan kontraindikasi tertentu. Di AS, obat ini tidak boleh digunakan pada orang dengan riwayat pribadi atau keluarga medullary thyroid carcinoma atau sindrom multiple endocrine neoplasia type 2 (MEN 2). Peringatan tersebut berasal dari temuan tumor sel C tiroid pada hewan; belum diketahui apakah risiko yang sama terjadi pada manusia.
Obat ini juga dapat berhubungan dengan pankreatitis, hipoglikemia jika digunakan bersama obat tertentu seperti insulin atau sulfonilurea, dehidrasi akibat efek samping gastrointestinal, gangguan kandung empedu, dan masalah lainnya.
Persetujuan FDA terbaru menunjukkan perubahan penting dalam pengobatan diabetes tipe 2. Fokusnya bukan lagi cuma menurunkan gula darah, tetapi juga mencegah komplikasi berbahaya dalam jangka panjang.
Pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 dan risiko kardiovaskular tinggi, Mounjaro kini memiliki indikasi resmi di AS untuk menurunkan risiko kematian kardiovaskular, serangan jantung nonfatal, dan stroke nonfatal.
Pada akhirnya, pengobatan tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasien, risiko kardiovaskular, kontrol gula darah, efek samping, terapi lain yang digunakan, serta pertimbangan dokter.
Referensi
Eli Lilly and Company, “FDA Approves Lilly’s Mounjaro (Tirzepatide) to Reduce Cardiovascular Risk in Adults with Type 2 Diabetes,” August 28, 2026.
Stephen J. Nicholls et al., “Cardiovascular Outcomes with Tirzepatide versus Dulaglutide in Type 2 Diabetes,” New England Journal of Medicine 393 (2025): 2409–2420, https://doi.org/10.1056/NEJMoa2505928.
Naveed Sattar et al., “Estimating the True MACE Benefits from Tirzepatide in SURPASS-CVOT Using an Imputed Placebo Analysis of REWIND,” Diabetes Care (2026), https://doi.org/10.2337/dc26-0298.
U.S. Food and Drug Administration, Mounjaro (Tirzepatide) Prescribing Information, revisi Januari 2026, diakses Agustus 2026.



![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Coba Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)







![[QUIZ] Dari Bentuk Feses, Ini Kondisi Kesehatan Kamu yang Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)



![[QUIZ] Tebak Mana Olahraga Low Impact dan High Impact](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)

