ilustrasi pola hidup sehat (freepik.com/schantalao)
Pneumonia memang bisa terjadi lagi, tetapi ada beberapa pendekatan yang dapat membantu mengurangi risikonya. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan tangan, menghindari paparan asap rokok, serta menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian. Tindakan sederhana ini mungkin terlihat sepele, namun tetap penting untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Di samping itu, mendapatkan vaksin yang sesuai, termasuk vaksin influenza, COVID-19, dan pneumokokus jika disarankan sesuai usia dan kondisi kesehatan, bisa membantu mencegah beberapa infeksi yang berhubungan dengan pneumonia. Jika kamu memiliki kondisi penyakit kronis, pastikan keadaan tersebut terkelola dengan baik serta ikuti saran dokter mengenai perawatan yang diperlukan. Jangan sampai terlupa untuk segera mencari bantuan medis apabila mengalami sesak napas berat, bibir kebiruan, kebingungan, atau penurunan kesadaran, ya.
Pneumonia memang bisa terjadi lagi meski seseorang sudah dinyatakan sembuh, terutama jika ada faktor yang meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh, mengenali gejala yang muncul kembali, dan segera memeriksakan diri jika kondisi terasa mengkhawatirkan. Nah, jangan abaikan tanda-tanda yang muncul, ya, supaya pneumonia bisa ditangani dengan tepat sejak awal!
Referensi
“Recurrent pneumonia among Japanese adults: disease burden and risk factors.” BMC Pulmonary Medicine. Diakses Oktober 2026.
“Rates and Risk Factors for Recurrent Pneumonia in Patients Hospitalized With Community-Acquired Pneumonia: Population-Based Prospective Cohort Study With 5 Years of Follow-up.” Clinical Infectious Diseases. Diakses Oktober 2026.
“Study of factors related to recurrence within 30 days after pneumonia treatment for community-onset pneumonia.” Journal of Infection and Chemotherapy. Diakses Oktober 2026.
“Prognostic implications of aspiration pneumonia in patients with community acquired pneumonia: A systematic review with meta-analysis.” PLOS ONE. Diakses Oktober 2026.
“Pneumonia.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.