ilustrasi tidur siang (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Kamu sering kurang tidur pada malam hari? Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bisa memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Untungnya, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencukupi kebutuhan tidur setiap malam. Yuk, simak tipsnya!
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang konsisten setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu menjaga ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sehingga kamu lebih mudah mengantuk pada malam hari dan bangun dalam kondisi segar.
Hindari tidur dalam kondisi terlalu lapar atau terlalu kenyang. Sebaiknya, jangan mengonsumsi makanan berat sekitar 2 atau jam 3 sebelum tidur. Selain itu, batasi konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur.
Pastikan kamar tidur memiliki suhu yang sejuk, minim cahaya, dan tidak bising. Kurangi penggunaan ponsel, laptop, atau perangkat elektronik lainnya menjelang waktu tidur karena paparan cahaya dari layar dapat membuat tubuh lebih sulit mengantuk.
Tidur siang memang bermanfaat, tetapi sebaiknya tidak lebih dari 30—60 menit dan hindari tidur terlalu sore. Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu dekat dengan waktu tidur malam dapat membuatmu sulit terlelap pada malam hari.
Aktif bergerak saat siang hari sangat membantu tubuh merasa lelah yang sehat di malam hari. Namun, pastikan tidak melakukan olahraga berat terlalu dekat dengan jam tidur, ya. Bukannya bikin mengantuk, olahraga pada malam hari justru bikin tubuhmu makin segar dan susah diistirahatkan.
Sering susah tidur karena pikiran masih melayang ke mana-mana? Coba luangkan waktu sebentar untuk menenangkan diri. Kamu bisa membaca buku, latihan napas, atau sekadar menuliskan daftar tugas untuk besok. Saat pikiran sudah tenang, tidur pun terasa jauh lebih mudah.
Itulah ulasan seputar apakah tidur siang bisa mengganti kurang tidur malam. Meski dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tidur siang tetap tidak bisa menggantikan manfaat tidur malam secara menyeluruh. Jadi, usahakan untuk tetap mencukupi waktu tidur setiap malam, ya.
Referensi
"Sleep Phases and Stages". National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses Agustus 2026.
Colten, Harvey R, and Bruce M Altevogt. “Sleep Physiology.” Sleep Disorders and Sleep Deprivation - NCBI Bookshelf, 2006.
Tarokh, Leila, Eliza Van Reen, Peter Achermann, and Mary A. Carskadon. “Naps Not as Effective as a Night of Sleep at Dissipating Sleep Pressure.” Journal of Sleep Research 30, no. 5 (February 23, 2021): e13295.
"Sleep Tips: 6 Steps To Better Sleep". Mayo Clinic. Diakses Agustus 2026.