Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Virus Polio Bisa Menyebar dan Menginfeksi Manusia?
gambar seorang anak laki-laki mendapatkan vaksin polio (unsplash.com/Raja Imran Bahadr)
  • Virus polio terutama menular melalui makanan, air, atau benda yang terkontaminasi tinja penderita; penularan juga dapat terjadi lewat droplet dan kontak langsung, termasuk dari orang tanpa gejala.
  • Virus masuk melalui mulut lalu berkembang biak di usus dan tenggorokan. Masa inkubasinya 3–35 hari, sementara sebagian besar infeksi tidak menimbulkan gejala.
  • Pada kasus serius, virus menyebar ke sumsum tulang belakang dan otak, memicu peradangan hingga kelumpuhan. Vaksin polio tetap penting, terutama bagi anak di bawah lima tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polio pasti bukan penyakit yang asing bagi kita. Sebagian besar dari kita memang gak pernah menderita penyakit ini. Perkenalan kita pada polio justru didapat dari edukasi para tenaga kesehatan di posyandu saat kita datang ke sana bersama orang tua untuk mendapatkan vaksinasi polio.

Dilansir Government of South Australia, poliomyelitis atau polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyerang otak dan sumsum tulang belakang seseorang. Dalam kasus yang sangat serius, polio dapat menyebabkan kelumpuhan otot tubuh, bahkan kematian. Selain dapat menyebabkan kematian, polio juga dianggap berbahaya karena virusnya dapat menular ke orang lain yang sehat. Lantas bagaimana virus polio bisa menyebar dan menginfeksi manusia? 

1. Virus polio menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi

ilustrasi virus polio (unsplash.com/CDC)

Sama seperti virus lainnya, virus polio juga dapat menular. Penularan yang paling mudah adalah melalui kontak langsung dengan orang yang sakit. Jadi jika kamu memiliki kontak langsung dengan orang yang menderita polio, maka risiko kamu terkena penyakit yang sama juga akan meningkat. Dilansir World Health Organization, virus polio sendiri dapat menyebar melalui beberapa cara. Namun yang paling umum adalah melalui jalur fecal-oral atau penularan melalui makanan, air, dan benda lain yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi.

Meski lebih jarang, virus polio juga dapat menyebar melalui droplet air liur ketika orang yang sakit bersin atau batuk, dan menyentuh benda-benda yang terkontaminasi. Lebih bahayanya lagi, virus polio ini bisa dengan cepat menular ke orang lain, bahkan sebelum orang pertama yang terinfeksi merasakan gejala apapun. Nyatanya virus ini memang paling menular beberapa hari sebelum dan sesudah gejala muncul. Bahkan orang yang terinfeksi tapi gak memiliki gejala apapun juga tetap bisa menularkan virus polio ke orang-orang disekitarnya.

2. Virus masuk ke tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus

gambar sistem pencernaan manusia (unsplash.com/Aakash Dhage)

Virus polio masuk ke dalam tubuh melalui mulut, dan berkembang biak di usus maupun tenggorokan orang yang terinfeksi. Setelah virus masuk ke dalam tubuh, virus gak akan langsung menimbulkan gejala di hari yang sama. Sama seperti virus lain, virus polio juga akan melewati masa inkubasi yang biasanya berlangsung antara 3 hingga 35 hari sebelum munculnya gejala.

Dilansir Mayo Clinic, sebagian besar orang yang terinfeksi polio biasanya gak mengalami gejala apapun atau yang disebut dengan istilah polio abortif. Namun semua itu berbeda pada setiap orang. Sekitar 5% orang yang terinfeksi polio mengalami gejala ringan yang mirip dengan gejala flu, dan berlangsung selama 2-3 hari. Gejalanya sendiri meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, sakit perut, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.

Pada kasus yang lebih parah dan dikenal dengan polio nonparalitik , gejala infeksi virus polio bisa lebih berat dan berlangsung lebih lama, meski gak menyebabkan kelumpuhan. Gejalanya meliputi nyeri atau kaku pada leher atau kaki, dan sakit kepala yang parah. Gejala-gejala ini akan membaik selama beberapa hari, sebelum mengalami gejala fase kedua berupa kekakuan tulang belakang dan leher, refleks menurun, dan kelemahan otot. 

3. Dari saluran pencernaan, virus polio bisa menyebar ke sistem saraf

gambar seorang pasien polio (unsplash.com/Jon Tyson)

Selain polio abortif dan polio nonparalitik, virus ini juga bisa menyebabkan polio paralatik. Berbeda dengan dua bentuk penyakit sebelumnya, polio paralatik merupakan kasus yang sangat serius. Kondisi ini terjadi ketika virus di saluran pencernaan menyebar ke sumsum tulang belakang, dan sistem saraf yang ada di otak. Saat menyebar ke otak, virus dapat menimbulkan penyakit serius seperti radang otak (ensefalitis) dan peradangan selaput otak (meningitis), hingga kelumpuhan.

Kelumpuhan dapat terjadi pada kombinasi anggota tubuh manapun. Meski begitu, kelumpuhan pada satu kaki yang diikuti oleh kelumpuhan pada satu lengan adalah yang paling sering terjadi. Dilansir Better Health, polio paralatik memiliki gejala yang sangat parah seperti nyeri hebat, sangat sensitif terhadap sentuhan, sensasi kesemutan atau menusuk, kejang dan kedutan otot, kelemahan otot yang berkembang menjadi kelumpuhan atau pincang, hingga masalah pernapasan, dan kesulitan menelan. Salah satu hal yang sangat mengkhawatirkan, kelumpuhan dapat terjadi cukup cepat yakni dalam 3-4 hari setelah gejala muncul. 

Kasus polio paralatik sebenarnya cukup jarang terjadi, terutama setelah vaksin ditemukan. Meski begitu, bukan berarti kita menganggap remeh penyakit ini. Vaksin polio tetap wajib diberikan, terutama kepada anak-anak berusia di bawah 5 tahun yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terserang virus polio.

Referensi

“Polio.” New York State Department of Health. Diakses Oktober 2026.

“Poliomyelitis.” Communicable Diseases Agency (CDA) Singapore. Diakses Oktober 2026.

“Poliomyelitis.” MedlinePlus. Diakses Oktober 2026.

“Poliovirus Infection – Including Symptoms, Treatment and Prevention.” SA Health. Diakses Oktober 2026.

“Poliomyelitis (Polio): Prevention.” Public Health Agency of Canada. Diakses Oktober 2026.

“Polio 101: What It Is, How It Spreads and How to Know If You’ve Been Vaccinated.” Nebraska Medicine. Diakses Oktober 2026.

“Poliomyelitis: Causes.” Healthline. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article