"Yang harus dipikirkan bahwa kanker atau tumor ini sering tidak berkaitan dengan gaya hidup. Walaupun banyak pasien saya yang gaya hidupnya juga sudah bagus, dia sendiri sampai bingung, saya sudah menjauhi alkohol dan rokok misalnya, sudah bagus, tapi tetap kena (kanker)," ungkapnya dalam temu media Eka Hospital MT Haryono pada Selasa (13/1/2026), di Jakarta.
Banyak Gen Z Hidup Sehat, Dokter: Tetap Harus Medical Check-Up!

- Kanker tak mengenal gaya hidup sehat.
- Olahraga berlebihan dan konsumsi suplemen tanpa kontrol juga berisiko.
- Teknologi robotik bantu deteksi dan penanganan penyakit.
Gaya hidup sehat makin lekat dengan Gen Z. Mulai dari rajin olahraga, mengatur pola makan, hingga sadar pentingnya kesehatan mental, banyak Gen Z merasa tubuhnya sudah “aman” dari banyak ancaman penyakit.
Namun, menurut Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U(K)Onk, FICRS, Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono, kebiasaan sehat saja belum cukup. Medical check-up tetap penting, karena sejumlah penyakit serius bisa berkembang tanpa gejala dan kerap baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut.
1. Kanker tak mengenal gaya hidup sehat
Prof. Agus menegaskan bahwa menjalani pola hidup sehat memang langkah yang sangat baik untuk menjaga tubuh, tetapi itu tidak bisa dijadikan satu-satunya tameng dari kanker atau tumor. Ia mengungkapkan, banyak pasien yang datang dengan kebiasaan hidup yang sudah sangat baik, tetapi tetap didiagnosis kanker.
Menurutnya, hingga kini asal-usul munculnya kanker tidak selalu bisa dijelaskan secara sederhana karena melibatkan proses kompleks di tingkat sel dan laboratorium. Karena itulah, selain mempertahankan gaya hidup sehat, dokter tetap menganjurkan medical check-up secara rutin agar penyakit yang sering kali muncul tanpa gejala ini tidak terlewat dan bisa terdeteksi lebih dini.
2. Olahraga berlebihan dan konsumsi suplemen tanpa kontrol juga berisiko

Prof. Agus mengingatkan bahwa hidup sehat tidak selalu berarti makin keras tubuh dipaksa berlatih. Menurutnya, latihan fisik yang dilakukan secara berlebihan tanpa diimbangi hidrasi dan pemantauan kesehatan justru dapat memperburuk kondisi tertentu, termasuk fungsi ginjal.
Ia mencontohkan kasus pasien muda yang rutin berolahraga intens hingga mengikuti triathlon, tetapi tetap mengalami gangguan ginjal. Konsumsi suplemen pun, meski tidak selalu buruk, bisa menjadi masalah jika digunakan secara berlebihan dan tanpa pengawasan medis.
Karena itu, Prof. Agus menekankan pentingnya menyeimbangkan pola hidup sehat dengan medical check-up rutin, karena gaya hidup sehat bukan jaminan tubuh sepenuhnya kebal dari penyakit.
3. Teknologi robotik bantu deteksi dan penanganan penyakit
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Agus juga menyoroti peran teknologi robotik sebagai solusi medis modern untuk menangani berbagai penyakit, termasuk operasi ginjal dan kanker urologi.
Sejak 2021, Prof. Agus bersama tim telah melakukan lebih dari 50 kasus operasi robotik dengan hasil yang secara konsisten lebih baik dibanding laparoskopi maupun operasi terbuka.
Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan pembedahan dengan akurasi tinggi, bahkan hingga skala milimeter, sehingga jaringan sehat di sekitar organ yang bermasalah tetap dapat dipertahankan.
Beberapa tindakan yang sangat direkomendasikan menggunakan metode robotik termasuk radikal prostatektomi untuk kanker prostat dengan risiko efek samping pascaoperasi yang lebih rendah. Partial nephrectomy untuk mengangkat tumor ginjal tanpa harus mengangkat seluruh ginjal juga bisa dilakukan dengan teknologi robotik.
Pada akhirnya, menjalani pola hidup sehat adalah langkah penting, tetapi bukan satu-satunya perlindungan dari penyakit serius. Medical check-up rutin tetap diperlukan agar masalah kesehatan bisa terdeteksi sejak dini, bahkan pada mereka yang merasa tubuhnya baik-baik saja.


















