Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Indonesia Bisa Menjadi Destinasi Medical Tourism Kelas Dunia

Oxford Talks (Dok. Brawijaya Hospital)
Oxford Talks (Dok. Brawijaya Hospital)
Intinya sih...
  • Sekitar dua juta masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap layanan medis asing.
  • Fenomena ini mendorong BraveHeart Cardiovascular Center, Brawijaya Hospital, untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.
  • BraveHeart menyatukan seluruh kebutuhan perawatan jantung dalam satu atap: skrining, diagnosis akurat, tindakan komprehensif, hingga rehabilitasi. Tujuannya untuk memberikan standar terbaik bagi masyarakat Indonesia tanpa harus pergi ke luar negeri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap tahun, sekitar dua juta masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri, dengan aliran devisa mencapai lebih dari Rp162 triliun. Angka ini menggambarkan tantangan besar sekaligus peluang strategis bagi industri kesehatan nasional.

Melihat kondisi tersebut, Oxford Society Indonesia (OXSI), asosiasi alumni Universitas Oxford di Indonesia, menginisiasi diskusi strategis bersama Sandiaga Uno dan Brawijaya Hospital untuk mengakselerasi program medical tourism Indonesia. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk mempercepat transformasi medical tourism Indonesia agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus meninggalkan Tanah Air.

Forum eksklusif ini menghadirkan Dr. dr. M. Yamin, SpJP(K), SpPD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS selaku Senior Consultant in Electrophysiology/Device Therapy and Interventional Cardiology BraveHeart Brawijaya Hospital dan dr. Vickry Adzkary Ghufron, M.Sc, FRSPH, yang merupakan alumni Strategic Management Executive Program dari Universitas Oxford. Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh alumni universitas terkemuka, seperti Cambridge, MIT, Stanford, Harvard, Cornell, Princeton, Columbia, dan University of Pennsylvania.

1. Analisis preferensi pasien

Fenomena dua juta masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya menunjukkan adanya kepercayaan tinggi terhadap layanan medis asing. Layanan medical check up menjadi pilihan utama yang menandakan kebutuhan masyarakat akan pelayanan preventif dan diagnostik yang cepat, akurat, serta tepercaya.

Kondisi ini memunculkan potensi ekonomi yang besar, yang mana sekitar US$10 miliar atau Rp162 triliun devisa mengalir ke rumah sakit luar negeri. Menurut Dr. Yamin, fenomena ini mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.

"BraveHeart menyatukan seluruh kebutuhan perawatan jantung dalam satu atap: skrining, diagnosis akurat, tindakan komprehensif, hingga rehabilitasi. Tujuan kami jelas, memberikan standar terbaik bagi masyarakat Indonesia tanpa harus pergi ke luar negeri." ungkap Dr. Yamin dalam keterangan tertulis.

BraveHeart hadir sebagai pusat layanan medis unggulan dengan teknologi advanced seperti IVUS (intravascular ultrasound) dan Rotablator, kolaborasi multidisiplin dari para pakar medis dua institusi riset nasional terdepan yaitu Rumah Sakit Harapan Kita dan RSCM, serta lokasi strategis dan mudah diakses oleh masyarakat. Standar pelayanan ini membuktikan bahwa Indonesia sebenarnya mampu menyediakan layanan medis yang setara dengan destinasi medical tourism terkemuka.

2. Kesiapan regulasi dan dukungan pemerintah

ilustrasi cek kesehatan atau medical checkup (pexels.com/Los Muertos Crew)
ilustrasi cek kesehatan atau medical checkup (pexels.com/Los Muertos Crew)

Dokter Vickry menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan kerangka strategis yang komprehensif untuk mendukung medical tourism nasional. Melalui Keputusan Bersama Kemenparekraf–Kemenkes (2022), sinergi sektor kesehatan dan pariwisata diperkuat dengan penyempurnaan regulasi, kemudahan perizinan, serta penguatan kelembagaan.

Menurut dr. Vickry, inovasi dalam pendekatan pelayanan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

"Layanan terintegrasi harus dikelola sebagai end-to-end patient journey—mulai dari pra kedatangan, perawatan, hingga tindak lanjut—dengan sistem yang efisien, transparan, dan berpusat  pada pasien,” jelasnya.

Pendekatan holistik ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi kesehatan regional.

3. Kolaborasi lintas sektor

Dalam forum tersebut, Sandiaga Uno menekankan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi kedaulatan medis Indonesia. Menurutnya, sinergi antara industri, tenaga kesehatan, regulator, dan inovator akan melahirkan layanan kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Ia memperkenalkan formula strategis 3P sebagai kunci sukses.

"Medical sovereignty itu nyata kalau 3P dijalankan konsisten – People kita kelas dunia, Policy berpihak, dan Pricing kompetitif. Transformasi dari outbound ke inbound ini akan menyelamatkan devisa, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mengangkat Indonesia sebagai health and wellness destination kelas dunia" jelasnya.

Dengan dukungan regulasi yang solid dan peningkatan kualitas layanan kesehatan, Indonesia memiliki momentum penting untuk memiliki kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Transformasi ini bisa membuka peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai destinasi medical tourism unggulan di tingkat regional maupun global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us