Batuk adalah salah satu keluhan umum yang penyebabnya beragam. Setelah lingkungan dipenuhi asap—misalnya karena kebakaran, pembakaran sampah, atau kualitas udara yang buruk—sebagian orang mulai batuk, tenggorokan gatal, dan dada terasa tidak nyaman. Di sisi lain, ini juga bisa mirip infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Tahu perbedaan batuk akibat paparan asap dan batuk karena ISPA penting karena penanganannya berbeda. Batuk karena asap lebih sering terjadi karena iritasi saluran napas akibat partikel dan gas yang terhirup, sementara ISPA biasanya terjadi karena infeksi, paling sering virus, yang menyerang hidung, tenggorokan, sinus, atau saluran napas lain.
Asap bisa langsung menyebabkan batuk, sulit bernapas, mengi, serangan asma, mata perih, tenggorokan gatal, hidung berair, sinus iritasi, sakit kepala, lelah, nyeri dada, dan detak jantung cepat. Sementara itu, selesma atau pilek sebagai salah satu ISPA biasanya menimbulkan pilek, hidung tersumbat, batuk, bersin, sakit tenggorokan, sakit kepala, badan pegal ringan, dan demam ringan; gejalanya sering mencapai puncak dalam 2–3 hari setelah infeksi.
