Pap smear merupakan pemeriksaan skrining, bukan satu-satunya pemeriksaan untuk mencari penyebab keluhan. Perdarahan di luar menstruasi, perdarahan setelah berhubungan seksual, atau keputihan yang menetap dan tidak biasa sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter. Keluhan seperti ini bisa memiliki banyak penyebab, sehingga dokter akan menentukan pemeriksaan yang sesuai.
Vaksin HPV dapat membantu melindungi dari beberapa tipe HPV penyebab kanker serviks, tetapi vaksinasi tidak menggantikan skrining bagi orang yang sudah memasuki usia skrining. Jika ragu, sampaikan riwayat kesehatan dan vaksinasi saat berkonsultasi.
Jadi, bolehkah Pap smear jika belum aktif secara seksual? Pada prinsipnya, boleh jika memang ada indikasi medis, sudah waktunya menjalani skrining berdasarkan pedoman yang digunakan, atau pasien ingin menjalani pemeriksaan setelah berdiskusi dengan dokter.
Dalam praktiknya, tidak semua dokter akan langsung menganjurkan Pap smear pada perempuan yang belum pernah berhubungan seksual karena risiko kanker serviks umumnya lebih rendah pada kelompok ini dan pemeriksaannya bisa lebih tidak nyaman. Karena itu, keputusan untuk melakukan Pap smear biasanya mempertimbangkan keluhan, faktor risiko, kondisi pasien, serta pertimbangan klinis dokter.
Referensi
National Cancer Institute, “Cervical Cancer Screening (PDQ®)–Patient Version,” diakses 30 Oktober 2026.
World Health Organization, "Eliminating Virginity Testing: An Interagency Statement," diakses 30 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “About Genital HPV Infection,” diakses 30 Oktober 2026.
World Health Organization, "WHO Guideline for Screening and Treatment of Cervical Pre-Cancer Lesions for Cervical Cancer Prevention, ed. ke-2," diakses 30 Oktober 2026.
World Health Organization, “Cervical Cancer,” diakses 30 Oktober 2026.