ilustrasi penyuntikan vaksin (pexels.com/https://kaboompics.com/)
Studi klinis koadministrasi HPV telah tersedia untuk berbagai vaksin (termasuk Tdap, meningokokus, hepatitis A/B, dan polio inaktif) tetapi tidak setiap kemungkinan kombinasi vaksin di dunia pernah diuji satu per satu.
Meski demikian, WHO tetap menyatakan vaksin HPV dapat diberikan bersama dengan vaksin hidup dan non hidup menggunakan alat suntik serta tempat suntikan terpisah.
Karena jenis vaksin dan kebijakan imunisasi dapat berbeda antarnegara, tenaga kesehatan tetap perlu memeriksa jadwal imunisasi serta petunjuk produk yang digunakan.
Jadi, vaksin HPV dapat diberikan pada hari yang sama dengan vaksin lain. Berbagai bukti menunjukkan koadministrasi tidak mengurangi kemampuan vaksin HPV membangkitkan respons antibodi.
Reaksi sementara seperti nyeri atau bengkak dapat muncul pada tempat penyuntikan, tetapi penelitian mendukung keamanan pemberian vaksin HPV bersama vaksin lain yang direkomendasikan.
Referensi
Andrea Schilling et al., “Coadministration of a 9-Valent Human Papillomavirus Vaccine With Meningococcal and Tdap Vaccines,” Pediatrics 136, no. 3 (2015): e563–e572, doi:10.1542/peds.2014-4199.
Alinea S. Noronha, Lauri E. Markowitz, and Eileen F. Dunne, “Systematic Review of Human Papillomavirus Vaccine Coadministration,” Vaccine 32, no. 23 (2014): 2670–2674, doi:10.1016/j.vaccine.2013.12.037.
Yaowei Li et al., “Immunogenicity and Safety of Human Papillomavirus Vaccine Coadministered with Other Vaccines in Individuals Aged 9–25 Years: A Systematic Review and Meta-analysis,” Vaccine 38, no. 2 (2020): 119–134, doi:10.1016/j.vaccine.2019.10.092.
World Health Organization, “Human Papillomavirus Vaccines: WHO Position Paper, December 2022,” Weekly Epidemiological Record 97, no. 50 (2022): 645–672.
Centers for Disease Control and Prevention, “Chapter 11: Human Papillomavirus,” Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases (Pink Book), diakses Agustus 2026.