Bulu mata membantu menghalangi debu dan serpihan kecil agar tidak mudah mencapai permukaan mata. Jika tersentuh, bulu mata juga dapat memicu refleks berkedip, yang membantu melindungi mata dari benda yang mendekat.
Sebuah penelitian menguji bagaimana bulu mata mengubah aliran udara di sekitar mata. Dalam eksperimen terowongan angin, panjang bulu mata yang dianggap optimal mengurangi pengendapan partikel dan penguapan lapisan air mata. Studi tersebut mendukung fungsi perlindungan bulu mata, tetapi bukan uji klinis yang mengukur berapa banyak orang mengalami gangguan mata setelah memangkas bulu mata.
Memotong bulu mata memang tidak otomatis seseorang mengalami mata kering atau infeksi. Namun, jika bulu mata menjadi jauh lebih pendek, perlindungan terhadap debu dan kotoran dapat berkurang. Potongan rambut yang masuk ke mata juga bisa menimbulkan rasa mengganjal, berair, atau iritasi. Luka kecil dan alat yang kotor menambah risiko peradangan atau infeksi.