Bakteri penyebab karies menggunakan gula dan pati dari makanan atau minuman untuk menghasilkan asam. Paparan asam berulang membuat enamel, yaitu, lapisan terluar gigi, kehilangan mineralnya.
Pada tahap awal, kerusakan ini masih dapat dihentikan atau dibalik melalui pemulihan mineral dengan bantuan air liur dan fluorida. Namun, jika kehilangan mineral terus berlanjut, enamel melemah dan akhirnya terbentuk lubang. Lubang yang sudah terbentuk umumnya memerlukan penanganan dokter gigi, seperti penambalan.
Pemahaman ini juga menjelaskan cara pencegahannya, yakni dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi, membatasi makanan dan minuman manis serta kebiasaan ngemil, dan menjalani pemeriksaan gigi rutin. Tidak perlu menunggu sakit, karena karies tahap awal sering tidak menimbulkan gejala.
Referensi
W. E. Gerabek, “The Tooth-Worm: Historical Aspects of a Popular Medical Belief,” Clinical Oral Investigations 3, no. 1 (1999): 1–6, https://doi.org/10.1007/s007840050070.
American Dental Association, “History of Dentistry,” diakses September 2026.
National Institute of Dental and Craniofacial Research, “Tooth Decay,” diakses September 2026.