Dokter Samuel menyarankan penggunaan yang bijak, termasuk mengikuti petunjuk dan menghindari pemakaian lebih sering daripada yang diperlukan, serta pastikan kulit kepala tidak sedang terluka atau iritasi merupakan langkah pengurangan risiko yang dapat dilakukan.
“Jika seseorang sesekali mengecat rambut, tidak ada dasar ilmiah yang kuat untuk mengatakan bahwa ia harus takut akan terkena kanker payudara karena aktivitas tersebut," kata dr. Samuel.
Akan tetapi, untuk penggunaan yang sangat sering dan berlangsung bertahun-tahun, terutama dengan produk permanen, masuk akal untuk mempertimbangkan pengurangan frekuensi dan memilih produk dengan profil keamanan yang baik,” ujarnya lagi.
Untuk keamanan pemakaian, FDA menganjurkan penggunaan sarung tangan, uji tempel sesuai petunjuk setiap kali akan mengecat rambut, serta membilas kulit kepala dengan baik. Jangan membiarkan produk menempel lebih lama daripada waktu yang dianjurkan. Langkah ini membantu mengurangi risiko reaksi yang tidak diinginkan.
Referensi
National Institute of Environmental Health Sciences, “Frequently Asked Questions,” bagian “Hair Dye,” diakses September 2026.
Carolyn E. Eberle, Dale P. Sandler, Kyla W. Taylor, dan Alexandra J. White, “Hair Dye and Chemical Straightener Use and Breast Cancer Risk in a Large US Population of Black and White Women,” International Journal of Cancer 147, no. 2 (2020): 383–91, https://doi.org/10.1002/ijc.32738.
IPB University, “Benarkah Cat Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Payudara hingga 60 Persen? Ini Kata Dosen FKGiz IPB University,” diakses September 2026.
National Cancer Institute, “Hair Products and Cancer Risk,” diakses September 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Hair Dyes,” diakses September 2026.