Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Menyebabkan Mata Perih? Partikelnya Tajam!

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Menyebabkan Mata Perih? Partikelnya Tajam!
ilustrasi erupsi gunung berapi (pexels.com/Diego Girón)
Share Article

Baru-baru ini, aktivitas gunung berapi Anak Krakatau kembali menjadi perhatian publik. Pasalnya, sejak Jumat, 4 September 2026, gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas dan menyebabkan erupsi serta sebaran abu vulkanik di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Salah satu dampak yang banyak dilaporkan ialah mata perih dan iritasi mata akibat paparan abu vulkanik yang sangat lembut di udara. Kenapa abu vulkanik bisa menyebabkan mata perih? Inilah penyebab dan cara mengatasinya.

  1. 1. Material yang terkandung dalam abu vulkanik

    ilustrasi abu vulkanik
    ilustrasi abu vulkanik (pexels.com/Luis D Alvarez)

    Abu vulkanik sebetulnya bukan abu atau debu seperti pada umumnya. Abu vulkanik merupakan batuan yang telah hancur akibat ledakan gunung yang hebat. Adapun, abu ini mengandung partikel-partikel kecil, seperti kaca vulkanik, mineral atau kristal, dan pecahan batuan lainnya.

    Partikel-partikel dalam abu vulkanik bersifat abrasif dan bisa menimbulkan masalah kesehatan. Kaca vulkanik adalah pecahan dari magma cair yang mendingin dan mengeras selama erupsi tanpa kristalisasi. Pecahan ini sering kali memiliki bentuk yang sangat bersudut akibat interaksi eksplosif hebat antara magma dan air. Adapun, semakin bersudut pecahannya, semakin abrasif abu vulkanik yang dihasilkan.

    Mineral dan kristal dalam abu vulkanik bervariasi bergantung pada kimia magma yang meletus. Sering kali, ini mengandung kristal silika yang kerap menjadi perhatian terhadap dampak kesehatan. Selain itu, sifat keras dari mineral atau kristal yang terbentuk ini juga memengaruhi tingkat abrasif abu vulkanik. Adapun, mineral yang lebih keras cenderung lebih abrasif.

    Karena terbentuk dari pecahan batuan, abu vulkanik juga memiliki massa yang berat. Mengutip Pan American Health Organization, lapisan abu kering setebal sekitar 2,5 sentimeter saja memiliki berat hampir 49 kilogram per meter persegi saat mendarat. Adapun, berat abu juga dapat menyebabkan runtuhnya atap atau bangunan yang tertimpa sebaran abu.

  2. 2. Kenapa abu vulkanik bisa menyebabkan mata perih?

    ilustrasi gangguan mata
    ilustrasi gangguan mata (pixabay.com/nastya_gepp)

    Abu vulkanik memiliki ukuran partikel yang bervariasi. Mengutip United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik terdiri dari fragmen berdiameter 2 milimeter (mm) atau lebih kecil. Lebih lanjut, Ministry of Health Singapore menerangkan bahwa partikel abu vulkanik yang berukuran 10 mikrometer atau lebih kecil dapat melewati hidung dan tenggorokan dan masuk ke paru-paru. Sementara itu, partikel yang lebih besar dari 10 mikrometer dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan, tetapi tidak sampai masuk ke paru-paru.

    Abu vulkanik ini bisa menyebabkan iritasi pada mata atau mata perih karena kandungan material abrasif di dalamnya. USGS menjelaskan iritasi mata merupakan efek kesehatan umum dari paparan abu vulkanik karena serpihan abu dapat menyebabkan goresan menyakitkan pada bagian depan mata. Kondisi medis yang terkait biasanya antara lain abrasi kornea dan konjungtivitis.

    Adapun, gejala-gejala dari abrasi kornea:

    • mata berair;
    • mata terasa seperti ada partikel asing di dalamnya;
    • mata terasa sakit, gatal, atau merah;
    • penglihatan kabur;
    • sensitif terhadap cahaya;
    • mata atau kelopak mata bengkak.

    Sementara itu, konjungtivitis atau kerap disebut mata merah muda biasanya menyebabkan gejala-gejala:

    • kemerahan pada salah satu atau kedua mata;
    • rasa gatal;
    • sensasi perih pada mata;
    • keluar cairan dari mata yang membentuk kerak;
    • sensitivitas terhadap cahaya.

  3. 3. Tips melindungi mata dari paparan abu vulkanik

    ilustrasi membilas mata dengan air mengalir
    ilustrasi membilas mata dengan air mengalir (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Abu vulkanik telah banyak dilaporkan menyebabkan berbagai keluhan sakit mata pada berbagai insiden erupsi gunung berapi. Dalam beberapa laporan yang dimuat dalam Journal of Clinical Medicine pada 2024, disebutkan bahwa abu vulkanik bisa menyebabkan beberapa gangguan mata, seperti adanya benda asing pada kornea, adanya benda asing pada konjungtiva (selaput bening tipis pada bagian putih mata), dan beberapa kasus memerlukan pengangkatan benda asing dari mata. Ini karena abu vulkanik bisa masuk ke mata dan mengiritasi beberapa bagian di dalamnya.

    Oleh sebab itu, mengikuti anjuran keselamatan yang telah ditetapkan oleh organisasi kesehatan setempat bisa melindungi dari risiko tersebut. Beberapa tips melindungi mata dari paparan abu vulkanik:

    • Gunakan alat pelindung mata, seperti kacamata korektif atau goggles, saat beraktivitas di luar ruangan atau membersihkan abu vulkanik. Pilih kacamata yang tidak memiliki rongga udara di sekelilingnya.
    • Hindari menggunakan lensa kontak karena bisa meningkatkan risiko kerusakan mata. Jika kamu pengguna lensa kontak, sebaiknya beralih ke kacamata berbingkai saat terdapat paparan abu vulkanik.
    • Selama hujan abu, disarankan agar pemakai lensa kontak melepas lensa jika waktunya memungkinkan. Namun, jika tidak sempat, segera cari tempat yang aman untuk menyelamatkan diri dan segera melepas kontak lensa dengan aman.
    • Bila mata sudah terpapar abu vulkanik, segera bilas mata menggunakan air mengalir yang lembut.
    • Jangan mengucek atau menggosok mata karena bisa menyebabkan goresan atau iritasi mata lebih lanjut.
    • Jika setelah membersihkan mata dan masih terasa sakit, segera hubungi dokter.

    Letusan gunung berapi yang terjadi secara tiba-tiba dan sebaran abu vulkanik yang luas memang dapat memengaruhi kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun, risiko kesehatan yang bisa terjadi ialah iritasi mata akibat masuknya abu halus ke dalam mata. Nah, untuk menghindari hal tersebut, lakukan beberapa langkah melindungi mata di atas untuk meminimalkan risikonya.

    Referensi
    “Corneal Abrasion”. Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
    “Experimental Study on Ocular Surface Protection by Soft Contact Lenses Due to Volcanic Ash Exposure”. National Library of Medicine. Diakses September 2026.
    “Eye Symptoms and Skin Irritation”. United State Geological Survey. Diakses September 2026.
    “FAQs on Volcanic Ash”. Ministry of Health Singapore. Diakses September 2026.
    “Impacts & Mitigation - Ash Particle Size”. United State Geological Survey. Diakses September 2026.
    “Impacts & Mitigation - Components of Ash”. United State Geological Survey. Diakses September 2026.
    “Pink eye (conjunctivitis) - Symptoms and causes”. Mayo Clinic. Diakses September 2026.
    “Volcanic Eruptions”. Pan American Health Organization. Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More