Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Virus yang Bisa Dibawa oleh Kelelawar, Bisa Menginfeksi Manusia

Kelelawar buah.
ilustrasi kelelawar buah (freepik.com/byrdyak)
Intinya sih...
  • Kelelawar adalah reservoir alami bagi sejumlah virus zoonotik yang serius, termasuk Nipah, Hendra, Ebola, Marburg, SARS-CoV, MERS-CoV, dan SARS-CoV-2, yang semuanya diketahui mampu menyebabkan penyakit pada manusia.
  • Penularan virus dari kelelawar ke manusia bisa melalui kontak langsung atau tidak langsung, misalnya lewat hewan perantara, konsumsi makanan yang terkontaminasi, atau kontak dengan cairan tubuh kelelawar.
  • Mencegah zoonosis dari kelelawar butuh pendekatan yang holistik, termasuk edukasi masyarakat, pengendalian kontak dengan kelelawar dan habitatnya, serta surveilans kesehatan yang baik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kelelawar adalah salah satu kelompok mamalia paling beragam, hidup di seluruh benua kecuali Antartika, dan memainkan peran penting dalam ekosistem. Namun, selain perannya yang penting, kelelawar juga dikenal sebagai reservoir alami bagi sejumlah virus yang bisa menular lintas spesies, termasuk ke manusia.

Virus-virus ini sering tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi saat “menyebrang” ke manusia atau hewan lain, potensinya menjadi lebih berbahaya. Perpindahan ini (disebut spillover) sering terjadi karena perubahan lingkungan, kontak dekat antara manusia dan satwa liar, atau melalui hewan perantara yang menjadi jembatan penularan.

Memahami jenis-jenis virus yang berkaitan dengan kelelawar, bagaimana mereka menular, serta langkah-langkah pencegahan bisa membantu masyarakat lebih waspada dan memitigasi risiko penyakit zoonotik.

Berikut ini daftar virus yang dapat menginfeksi manusia yang berasal dari kelelawar.

Table of Content

1. Virus rabies dan Lyssavirus

1. Virus rabies dan Lyssavirus

Kelompok virus Lyssavirus, termasuk virus rabies, dikenal menular ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, termasuk kelelawar. Rabies yang berasal dari kelelawar telah dilaporkan di beberapa negara dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Australian bat lyssavirus adalah salah satu varian yang ditemukan di Australia dan juga dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia serta telah dilaporkan menular ke kuda dan manusia.

2. Henipavirus

Partikel virus Nipah (hijau).
Partikel virus Nipah (hijau). (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Virus dalam genus Henipavirus seperti Nipah dan Hendra dikenal sebagai virus zoonotik serius yang reservoir alaminya adalah kelelawar buah. Nipah bisa menyebabkan ensefalitis fatal dan gangguan pernapasan pada manusia, dengan angka kematian mencapai 75 persen, serta telah menjadi penyebab wabah di Asia Selatan.

Hendra virus, yang pertama kali ditemukan di Australia, juga dapat menular dari kelelawar ke kuda kemudian ke manusia dan menyebabkan penyakit yang berat.

3. Filovirus

Kelelawar buah di Afrika sering dipandang sebagai reservoir virus-virus filovirus seperti Ebola dan Marburg. Virus-virus ini bertanggung jawab atas wabah berdarah yang berat pada manusia, dengan angka kematian tinggi, serta kadang muncul secara sporadis melalui kontak langsung dengan kelelawar atau hewan lain yang telah terinfeksi.

4. Coronavirus

Coronavirus.
ilustrasi coronavirus (unsplash.com/CDC)

Kelompok virus corona memiliki sejarah zoonosis yang kuat. Virus penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) ditemukan berakar dari virus-virus yang awalnya berada di kelelawar.

SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan pandemi COVID-19, juga diyakini memiliki nenek moyang di kelelawar sebelum menular ke manusia melalui jalur tertentu.

5. Paramyxovirus

Selain Henipavirus, kelelawar juga menjadi reservoir untuk paramyxovirus lain seperti Sosuga virus yang pernah menginfeksi peneliti di Uganda, serta Menangle virus yang pernah menyebabkan infeksi ringan pada manusia yang bekerja dekat dengan hewan yang sempat kontak dengan kelelawar.

Cara mencegah penyakit dari kelelawar

Kelelawar buah.
ilustrasi kelelawar buah (pexels.com/Laura Meinhardt)

Melindungi diri dari penyakit zoonotik yang dibawa oleh kelelawar melibatkan pemahaman tentang cara virus bisa berpindah dari kelelawar ke manusia atau hewan lain:

  • Hindari kontak langsung dengan kelelawar atau bangkai hewan yang mungkin terinfeksi.
  • Tidak mengonsumsi satwa liar atau produk dari kelelawar, serta waspada terhadap buah yang mungkin terkontaminasi urine atau feses mereka.
  • Jaga kebersihan tangan dan lingkungan terutama jika tinggal dekat habitat kelelawar atau sering beraktivitas di area hutan.
  • Surveilans kesehatan hewan dan manusia oleh otoritas setempat penting untuk deteksi dini dan respons cepat terhadap wabah.

Pencegahan juga berarti menjaga habitat alami kelelawar tetap utuh dan meminimalkan perusakan lingkungan yang meningkatkan kontak antara manusia dan satwa liar. Karena, makin intens interaksi ini, makin tinggi risiko spillover virus.

Kelelawar adalah reservoir yang penting bagi berbagai virus zoonotik yang mampu menyebabkan penyakit pada manusia. Virus-virus seperti rabies, henipavirus, filovirus, dan coronavirus menunjukkan bahwa interaksi antara manusia dan kelelawar bisa berkonsekuensi serius jika tidak dikelola dengan baik.

Namun, penting juga diingat bahwa tidak semua kelelawar membawa virus berbahaya, dan mamalia ini memainkan peran ekologis yang besar. Upaya pencegahan harus seimbang antara konservasi satwa liar dan kesehatan masyarakat, ditopang oleh edukasi yang tepat serta praktik yang meminimalkan risiko spillover.

Referensi

Letko, M., et al. “Bat-borne Virus Diversity, Spillover and Emergence.” PLoS Pathogens, 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7289071/.

Han, H. J. et al. “Bats as Reservoirs of Severe Emerging Infectious Diseases.” Emerging Infectious Diseases, 2015. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7132474/.

“Nipah Virus Fact Sheet.” World Health Organization. Diakses Februari 2026.

"Kelelawar dan Virus Zoonotik." Universitas Negeri Semarang. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

5 Rekomendasi Channel YouTube Pilates yang Cocok buat Pemula di Rumah

05 Feb 2026, 07:06 WIBHealth