ilustrasi pasien anak yang terinfeksi cacar air (unsplash.com/Adrian Solomon)
Baik cacar air maupun herpes sama-sama dapat menyebabkan ruam yang terlihat seperti lepuhan pada kulit. Selain itu, keduanya juga disebabkan oleh virus yang sama. Namun meski memiliki kesamaan, keduanya adalah penyakit yang sama sekali berbeda.
Dilansir Mayo Clinic, cacar air adalah penyakit yang menimbulkan ruam kecil dengan lepuhan berisi cairan di seluruh bagian tubuh. Biasanya ruam ini akan muncul antara 10 sampai 21 hari setelah seseorang terpapar virus varicella-zoster, dan berlangsung selama 5-10 hari. Selain ruam, pasien cacar air juga akan merasakan gejala lain sebelum ruam muncul di kulit. Gejalanya sendiri meliputi demam, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, hingga lelah berlebih.
Di sisi lain, herpes zoster adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam menyakitkan pada kulit. Lepuhan herpes zoster hanya muncul di satu sisi tubuh, seringkali berupa garis lepuh tunggal. Gejala lainnya dari penyakit ini adalah nyeri dan gatal pada lepuhan, rasa terbakar, sakit kepala, kesemutan, demam, batuk, dan kelelahan.
Berbeda dengan cacar air yang menular 48 jam sebelum lepuhan muncul, herpes zoster gak menular kecuali pada mereka yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Kebanyakan korban dari penyakit herpes zoster adalah orang dewasa berusia di atas 50 tahun, sedangkan cacar air paling banyak menyerang anak-anak kecil dengan imunitas rendah atau belum mendapatkan vaksinasi cacar.