Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tanda Herpes Genital yang Perlu Diwaspadai

Seorang laki-laki mengalami herpes genital.
ilustrasi herpes genital pada laki-laki (freepik.com/benzoix)

Herpes genital ialah infeksi menular seksual (IMS) yang umum. Herpes genital disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV) yang biasanya menyebar melalui kontak kulit ke kulit selama aktivitas seksual.

Beberapa orang yang terinfeksi virus mungkin memiliki gejala yang sangat ringan atau tidak memiliki gejala sama sekali. Meskipun begitu, individu yang telah terinfeksi tetap dapat menyebarkan virus tersebut ke orang lain.

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan herpes genital. Obat biasanya digunakan untuk meringankan gejala dan menurunkan risiko menularkan virus pada orang lain. Kondom dapat membantu mencegah penyebaran infeksi herpes genital.

Lewat artikel ini, yuk kenali apa saja tanda dan gejala herpes genital!

Table of Content

1. Luka lepuh dan borok

1. Luka lepuh dan borok

Gejala herpes genital yang paling umum adalah munculnya kelompok kecil lepuhan atau luka borok di sekitar vagina, penis, anus, dan uretra.

Lepuhan di dalam vagina atau uretra dapat berkembang tetapi sering kali sulit dilihat.

Jika kamu mengalami luka borok, kamu mungkin akan melihat karakteristik dan gejala di bawah ini:

  • Lepuhan dalam kelompok.
  • Nanah di dalam luka borok yang jernih atau kuning.
  • Luka borok berwarna merah atau putih.
  • Lepuh bulat dan kecil yang biasanya berukuran 1 hingga 3 milimeter.
  • Lepuhan yang sangat menular.
  • Nyeri, gatal, dan sensasi terbakar
  • Kesulitan berjalan, duduk, atau melakukan aktivitas seksual.

2. Nyeri saat buang air kecil

Nyeri saat buang air kecil adalah gejala lain dari herpes genital. Ini dapat terjadi saat urine berkontak dengan lepuhan herpes di area genital atau uretra. Hal ini bisa sangat tidak nyaman jika terdapat luka terbuka.

Ketidaknyamanan dapat berlangsung beberapa saat selama buang air kecil, tetapi dapat berlanjut untuk beberapa waktu setelahnya.

3. Gejala mirip flu

Seorang perempuan mengalami gejala seperti flu.
ilustrasi gejala flu (pexels.com/Karola G)

Biasanya, seseorang akan mengembangkan gejala mirip flu saat pertama kali tertular virus penyebab herpes genital. Gejala ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh merespons virus untuk pertama kalinya. Namun, jika virus kembali menginfeksi di kemudian hari, gejala flu mungkin masih akan tetap muncul tapi tidak terlalu parah.

Gejala mirip flu dapat berkisar dari ringan hingga berat dan mungkin termasuk:

  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Nyeri atau kelemahan otot.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Kehilangan nafsu makan.

4. Gejala pada anak-anak

Dalam kebanyakan kasus, anak-anak dengan herpes genital tertular HSV-1 melalui kontak air liur nonseksual. Mereka biasanya mengalami lesi/sariawan di sekitar mulut.

Jika mereka menyentuh luka HSV-1 dan kemudian menyentuh selaput lendir alat kelamin atau anus, mereka dapat menularkan HSV-1 ke alat kelamin.

Sayangnya, herpes genital yang disebabkan oleh HSV-2 juga dapat terjadi pada anak-anak yang mengalami kekerasan atau pelecehan seksual.

5. Gejala pada laki-laki dan perempuan

Gejala herpes genital cenderung serupa pada laki-laki dan perempuan, tetapi mungkin lebih parah pada peremuan.

Pada laki-laki, gejala biasanya berkembang pada penis atau skrotum, sedangkan pada perempuan biasanya mengalami luka di area vagina atau di sekitar anus.

Perempuan hamil juga dapat menularkan herpes genital kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan. Herpes bisa sangat berbahaya, bahkan fatal, bagi bayi baru lahir. Untungnya, kendati tidak dapat disembuhkan, pengobatan dari dokter dapat membantu mencegah penularan virus kepada bayi.

6. Gejala yang muncul pada infeksi berulang

Seorang laki-laki mengalami herpes genital.
ilustrasi masalah pada penis (vecteezy.com/vachiravit vasuponsritara)

Setelah terinfeksi virus penyebab herpes genital, kemungkinan kamu akan terinfeksi kembali di kemudian hari. Kekambuhan dapat terjadi kapan saja setelah infeksi pertama, bahkan bisa bertahun-tahun kemudian.

Gejala yang muncul saat herpes genital kambuh biasanya tidak terlalu parah dan lebih singkat dibanding pada saat infeksi pertama kali terjadi.

7. Gejala pada pengidap HIV

Herpes genital sangat umum terjadi pada orang yang mengidap HIV. Jika orang dengan HIV terkena herpes genital, gejala yang muncul bisa lebih parah. Mereka mungkin juga butuh obat untuk menghilangkan luka. Ada juga risiko lebih tinggi mengembangkan komplikasi, seperti meningitis atau ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih.

Sebagai penutup, mengenali tanda-tanda herpes genital sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Kendati sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran, kondisi ini dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang sesuai.

Jika kamu mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Deteksi dini bukan hanya membantu mencegah komplikasi, tetapi juga mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Referensi

American Academy of Dermatology Association. Diakses pada Januari 2026. "Genital Herpes: Signs And Symptoms."

Cleveland Clinic. Diakses pada Januari 2026. "Genital Herpes."

Health. Diakses pada Januari 2026. "Signs and Symptoms of Genital Herpes."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Tanda Herpes Genital yang Perlu Diwaspadai

22 Jan 2026, 22:26 WIBHealth