Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dugaan Keracunan MBG, IDAI Minta Adakan Audit Penyelenggara
Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Serangan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

  • IDAI menyoroti pentingnya standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan kasus keracunan di beberapa lokasi.
  • Para dokter anak menegaskan bahwa selain keamanan pangan, pemenuhan standar gizi seperti kecukupan protein dan lemak hewani juga harus diperhatikan oleh penyelenggara MBG.
  • IDAI meminta audit menyeluruh terhadap penyelenggara dan dapur MBG untuk memastikan tata kelola serta sertifikasi keamanan pangan berjalan sesuai aturan lintas sektor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengaku belum mengetahui penyebab dari kejadian tersebut berdasarkan data-data bakteri dari makanan yang dikonsumsi.

Namun, IDAI bukan menyoroti hal tersebut, melainkan terhadap standar keamanan pangan yang seharusnya menjadi basis dari program MBG.

"Harus ada standar, basic-nya adalah standar keamanan pangan. Gak boleh terlalu lama jarak antara dimasak, matang, sampai disajikan. Suhunya, pengadaannya, nyucinya, apalagi gak boleh diinjak-injak kaki dan sebagainya. Tentu keamanan pangan itu hal yang basic dan itu ada checklist-nya," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp.Kardio(K) di Jakarta, Senin (06/04/2026).

Bukan cuma soal keamanan pangan

Dokter Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan, standar keamanan pangan harus sudah disiapkan oleh para pakar, termasuk standar gizi yang juga harus dipenuhi dengan baik oleh penyelenggara MBG.

"Bergizi bagi anak sekolah, terutama kecukupan protein hewani dan lemak hewaninya itu harus cukup supaya anak-anak itu bisa tumbuh dengan sehat," lanjutnya.

Perlunya melakukan audit

dr. Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp.Kardio(K). (IDN Times/Misrohatun)

Terkait kemungkinan keracunan MBG karena bahan yang digunakan tidak segar, IDAI merujuk pada standar keamanan pangan yang tidak terpenuhi dengan baik. Maka seharusnya dilakukan audit di beberapa titik, termasuk dapur.

"IDAI bukan menolak program MBG. Namun, tolong perbaiki tata kelola sehingga kejadian-kejadian itu bisa ditekan sampai ke zero. Jadi kalau misalnya ada satu saja (kasus keracunan), jangan dianggap remeh. Satu anak saja itu langsung audit karena ini menyangkut nyawa manusia," dr. Rizky mengatakan.

Sertikasi keamanan pangan yang berkolaborasi dengan lintas sektor harus benar-benar berjalan di lapangan. MBG menurutnya merupakan program yang baik, tetapi tata kelolanya masih perlu diperbaiki sampai level bawah.

Editorial Team