Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengaku belum mengetahui penyebab dari kejadian tersebut berdasarkan data-data bakteri dari makanan yang dikonsumsi.
Namun, IDAI bukan menyoroti hal tersebut, melainkan terhadap standar keamanan pangan yang seharusnya menjadi basis dari program MBG.
"Harus ada standar, basic-nya adalah standar keamanan pangan. Gak boleh terlalu lama jarak antara dimasak, matang, sampai disajikan. Suhunya, pengadaannya, nyucinya, apalagi gak boleh diinjak-injak kaki dan sebagainya. Tentu keamanan pangan itu hal yang basic dan itu ada checklist-nya," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp.Kardio(K) di Jakarta, Senin (06/04/2026).