Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konsumsi Vitamin Gummy Terlalu Banyak, Apa Efeknya?
ilustrasi vitamin gummy kunyah (unsplash.com/Supliful - Supplements On Demand)
  • Bentuk dan rasa vitamin gummy yang menyerupai permen membuat risiko konsumsi berlebihan lebih tinggi dibanding suplemen konvensional.

  • Mengonsumsi vitamin gummy terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kelebihan vitamin tertentu, hingga keracunan pada kasus yang berat.

  • Tidak semua vitamin akan dibuang tubuh saat berlebih; beberapa vitamin larut lemak dapat menumpuk dan memicu masalah kesehatan serius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Vitamin kunyah atau vitamin gummy menjadi salah satu produk kesehatan yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Bentuknya lucu, teksturnya kenyal, dan rasanya mirip permen buah. Ini biasanya hadir sebagai suplemen anak, tetapi ada juga produk untuk orang dewasa. Bagi anak-anak dan orang dewasa yang tidak suka menelan tablet, vitamin gummy lebih disukai.

Akan tetapi, karena rasanya yang mirip permen, tak sedikit orang yang menambah dosis dan menganggapnya aman saja. Padahal, jika dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan, produk ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, dari ringan hingga serius.

Ketahui apa saja dampak buruk dari konsumsi vitamin gummy terlalu banyak.

1. Gangguan pencernaan

Efek samping yang paling umum akibat konsumsi vitamin gummy berlebihan adalah gangguan saluran cerna.

Banyak vitamin gummy mengandung vitamin C, magnesium, pemanis tambahan, dan gula alkohol seperti sorbitol atau xylitol.

Dalam jumlah besar, bahan-bahan tersebut dapat menarik lebih banyak air ke dalam usus dan memicu mual, kram perut, perut kembung, dan diare.

Konsumsi vitamin C melebihi batas atas yang direkomendasikan dapat meningkatkan risiko diare dan gangguan gastrointestinal.

Jadi, kalau kamu mengonsumsi beberapa porsi vitamin gummy sekaligus, keluhan pencernaan sering menjadi gejala pertama yang muncul.

2. Kelebihan vitamin A yang bisa bersifat toksik

Salah satu risiko serius adalah kelebihan vitamin A. Berbeda dengan vitamin C yang larut dalam air, vitamin A termasuk vitamin larut lemak. Artinya, tubuh dapat menyimpannya dalam jaringan dan hati.

Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu tertentu, vitamin A dapat menumpuk hingga menyebabkan hipervitaminosis A. Gejala kelebihan vitamin A meliputi:

  • Sakit kepala.

  • Mual.

  • Pusing.

  • Penglihatan kabur.

  • Nyeri tulang.

  • Kerusakan hati.

Pada kasus berat, kadar vitamin A yang sangat tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak dan komplikasi serius lainnya.

Anak-anak sangat rentan karena ukuran tubuh mereka lebih kecil dibanding orang dewasa.

3. Kelebihan vitamin D dan gangguan kadar kalsium

ilustrasi vitamin gummy (pexels.com/NuHemp CBD)

Juga termasuk vitamin larut lemak, konsumsi vitamin D dosis tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan toksisitas. Kelebihan vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium darah (hiperkalsemia).

Gejalanya dapat berupa:

  • Mual.

  • Muntah.

  • Sembelit.

  • Haus berlebihan.

  • Gangguan ginjal.

  • Kebingungan.

Risiko ini terutama meningkat jika kamu mengonsumsi beberapa jenis suplemen sekaligus tanpa menyadari semuanya mengandung vitamin D.

4. Risiko keracunan zat besi

Beberapa vitamin gummy mengandung zat besi. Pada anak-anak, zat besi merupakan salah satu penyebab utama keracunan akibat suplemen yang tidak sengaja dikonsumsi berlebihan.

Keracunan zat besi dapat menyebabkan:

  • Nyeri perut hebat.

  • Muntah.

  • Diare.

  • Perdarahan saluran cerna.

  • Syok pada kasus berat.

Yang perlu diwaspadai, vitamin gummy sering terlihat seperti permen sehingga anak-anak dapat mengonsumsinya dalam jumlah besar jika kemasannya tidak disimpan dengan aman.

5. Gula tambahan yang tidak sedikit

Banyak orang mengonsumsi vitamin gummy agar lebih sehat. Namun, sebagian produk mengandung gula tambahan dalam jumlah yang cukup banyak.

Penelitian menemukan bahwa beberapa vitamin gummy mengandung gula dalam jumlah yang tidak jauh berbeda dari permen biasa. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, gula tambahan ini dapat berkontribusi terhadap:

  • Karies gigi.

  • Peningkatan asupan kalori.

  • Gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Risiko ini makin nyata jika vitamin gummy dikonsumsi beberapa kali sehari atau oleh anak-anak yang jarang menyikat gigi setelah mengonsumsinya.

6. Meningkatkan risiko kelebihan beberapa nutrisi sekaligus

ilustrasi vitamin kunyah gummy (unsplash.com/Maria Kozyr)

Beberapa orang tidak menyadari vitamin gummy biasanya merupakan multivitamin yang berisi berbagai vitamin dan mineral dalam satu porsi. Akibatnya, jika kamu mengonsumsi tiga atau empat kali dosis yang dianjurkan, ini tidak hanya meningkatkan satu zat gizi, tetapi beberapa zat sekaligus.

Beberapa vitamin dan mineral memiliki batas atas asupan (upper intake level) yang jika dilampaui secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko efek samping. Inilah alasan mengapa label dosis pada kemasan mesti dibaca.

7. Menimbulkan rasa aman yang keliru

Karena dikemas sebagai produk kesehatan, vitamin gummy dapat membuat sebagian orang merasa kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi. Padahal, suplemen tidak untuk menggantikan pola makan sehat.

Sumber nutrisi terbaik tetap berasal dari makanan yang beragam dan seimbang. Cuma mengandalkan vitamin gymmy dan mengabaikan pola makan seimbang bisa membuat kamu kehilangan banyak manfaat nutrisi yang cuma ditemukan dalam makanan utuh, seperti serat dan berbagai fitokimia.

Kapan harus mencari pertolongan medis?

Segera hubungi tenaga kesehatan jika setelah mengonsumsi vitamin gummy dalam jumlah besar muncul:

  • Muntah terus-menerus.

  • Nyeri perut hebat.

  • Kebingungan.

  • Mengantuk berlebihan.

  • Kejang.

  • Kesulitan bernapas.

Pada anak-anak, konsumsi suplemen dalam jumlah banyak harus dianggap serius meskipun gejala belum muncul.

Cara aman mengonsumsi vitamin gummy

ilustrasi menu makanan sehat (magnific.com/freepik)

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah masalah:

  • Ikuti dosis yang tertera pada kemasan. Jangan menambah dosis hanya karena rasanya enak.

  • Simpan di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak. Perlakukan vitamin gummy seperti obat, bukan camilan.

  • Periksa kandungan nutrisi. Pastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan suplemen lain yang sedang dikonsumsi.

  • Jangan menggunakannya sebagai pengganti makanan sehat. Vitamin gummy hanya berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti pola makan bergizi.

Memang, vitamin gummy praktis dan enak mirip permen. Namun, karena inilah risiko konsumsi berlebihan jadi meningkat. Jika dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan, vitamin gummy dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kelebihan vitamin A atau D, keracunan zat besi, hingga berbagai efek samping lain yang berpotensi serius. Jadi, vitamin gummy tetap harus digunakan sesuai aturan dan disimpan dengan aman, terutama jika ada anak-anak di rumah.

Referensi

National Institutes of Health Office of Dietary Supplements (NIH ODS). "Vitamin C Fact Sheet for Health Professionals." Diakses Juni 2026.

NIH ODS. "Vitamin A Fact Sheet for Health Professionals." Diakses Juni 2026.

Peter N. Taylor and J. Stephen Davies, “A Review of the Growing Risk of Vitamin D Toxicity From Inappropriate Practice,” British Journal of Clinical Pharmacology 84, no. 6 (March 2, 2018): 1121–27, https://doi.org/10.1111/bcp.13573.

American Academy of Pediatrics. "Pediatric Nutrition Handbook." Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics, 2023.

Sarah Aijaz, “Gummy Vitamins: A Complete Analysis,” International Journal of Home Science 11, no. 2 (January 1, 2025): 862–64, https://doi.org/10.22271/23957476.2025.v11.i2l.1961.

Charlene Elliott, “Assessing Vitamins, Minerals and Supplements Marketed to Children in Canada,” International Journal of Environmental Research and Public Health 16, no. 22 (November 6, 2019): 4326, https://doi.org/10.3390/ijerph16224326.

NIH ODS. "Dietary Supplement Fact Sheets." Diakses Juni 2026.

World Health Organization. "Healthy Diet." Diakses Juni 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article