- Gerakan bayi berhenti, berkurang, atau berubah dari pola biasanya.
- Perdarahan dari vagina atau cairan yang diduga air ketuban.
- Sakit kepala berat yang tidak membaik.
- Pandangan kabur, melihat kilatan cahaya, atau kehilangan penglihatan sementara.
- Bengkak ekstrem pada wajah atau tangan.
- Nyeri perut hebat yang menetap.
- Sesak napas, nyeri dada, pingsan, atau detak jantung sangat cepat.
- Demam 38 derajat Celsius atau lebih.
- Bengkak, kemerahan, rasa hangat, dan nyeri pada satu kaki.
Gejala Trimester Tiga yang Normal dan Perlu Diwaspadai

Trimester tiga umumnya berlangsung dari minggu ke-28 hingga persalinan. Keluhan dapat bertambah karena ukuran janin, perubahan hormon, dan bertambahnya volume cairan tubuh.
Kontraksi Braxton Hicks biasanya tidak teratur, sedangkan kontraksi persalinan membentuk pola dan makin rapat atau kuat.
Gerakan bayi yang berkurang, perdarahan, cairan merembes, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, dan sesak mendadak memerlukan pemeriksaan segera.
Memasuki minggu ke-28, aktivitas sederhana bisa terasa berbeda. Tidur terputus karena ingin buang air kecil, berjalan sedikit membuat napas lebih pendek, dan mencari posisi duduk yang nyaman membutuhkan usaha tambahan.
Trimester tiga umumnya berlangsung dari minggu ke-28 hingga kelahiran. Pada fase ini, janin terus bertambah besar sementara tubuh ibu bekerja menyesuaikan ruang, aliran darah, pernapasan, dan persiapan persalinan.
Gejalanya tidak selalu sama. Sebagian ibu mengalami banyak keluhan, sementara yang lain hanya merasakan beberapa.
Kenali apa saja gejala trimester tiga kehamilan yang normal dan yang perlu diwaspadai.
Table of Content
1. Mudah lelah dan sulit tidur
Rasa lelah dapat kembali meskipun sempat membaik pada trimester kedua. Perut yang membesar membuat posisi tidur makin terbatas, sedangkan nyeri punggung, gerakan bayi, rasa panas, dan keinginan buang air kecil dapat berulang kali membangunkan ibu.
Dalam studi prospektif terhadap 189 perempuan yang baru pertama kali hamil, persentase peserta dengan kualitas tidur buruk meningkat dari 39 persen pada awal penelitian menjadi 53,5 persen pada trimester tiga. Gejala restless legs syndrome—dorongan kuat untuk menggerakkan kaki, terutama ketika beristirahat—juga meningkat menjadi 31,2 persen.
2. Napas terasa lebih pendek
Rahim yang membesar mengambil lebih banyak ruang di rongga perut dan mendorong diafragma ke atas. Pada saat yang sama, kebutuhan oksigen dan kerja jantung meningkat selama kehamilan. Akibatnya, ibu hamil bisa merasa lebih cepat terengah ketika berjalan, menaiki tangga, atau berbicara panjang.
Sesak ringan saat beraktivitas dapat terjadi pada kehamilan normal. Namun, sesak yang muncul mendadak, terjadi saat beristirahat atau berbaring, mengganggu kemampuan berbicara, maupun disertai nyeri dada, pusing, atau jantung berdebar bukan keluhan yang boleh diabaikan.
3. Nyeri ulu hati, sembelit, dan hemoroid

ilustrasi konstipasi atau sembelit saat hamil (magnific.com/senivpetro) Hormon kehamilan dapat memperlambat gerakan saluran pencernaan. Rahim yang membesar juga menekan lambung dan usus. Kombinasi ini membuat asam lambung lebih mudah naik, perut terasa penuh, dan buang air besar menjadi lebih sulit.
Tekanan pada pembuluh darah di sekitar rektum serta kebiasaan mengejan dapat memicu atau memperburuk wasir. Nyeri ulu hati, sembelit, gangguan pencernaan, dan hemoroid termasuk keluhan yang kerap berlanjut pada trimester tiga.
4. Lebih sering buang air kecil dan keputihan bertambah
Ketika kepala atau tubuh bayi memberi tekanan pada kandung kemih, kapasitasnya menampung urine berkurang. Ibu hamil mungkin sering ke toilet atau mengalami sedikit kebocoran urine saat batuk dan bersin.
Cairan vagina berwarna putih atau bening juga dapat bertambah dan mengandung lebih banyak lendir. Namun, cairan berbau tidak sedap, disertai gatal atau nyeri saat berkemih perlu diperiksa. Cairan encer yang terus merembes juga dapat berasal dari selaput ketuban, bukan keputihan biasa.
5. Nyeri punggung, panggul, dan kram kaki
Berat tubuh bertambah dan pusat gravitasi bergeser ke depan. Pada saat yang sama, ligamen menjadi lebih lentur untuk mempersiapkan persalinan. Penyesuaian tersebut dapat memicu nyeri pinggang, bokong, selangkangan, atau panggul—terutama ketika berjalan, naik tangga, berdiri dengan satu kaki, atau berganti posisi di tempat tidur.
Dalam studi multinasional terhadap 869 perempuan pada usia kehamilan 30–38 minggu, sebanyak 70–86 persen peserta melaporkan nyeri punggung bawah, nyeri panggul, atau keduanya. Angkanya berbeda-beda di setiap negara dan diperoleh melalui laporan peserta, tetapi menunjukkan bahwa keluhan tersebut sangat sering dijumpai.
6. Kaki membengkak, kram, atau muncul varises

ilustrasi ibu hamil trimester ketiga (magnific.com/senivpetro) Penumpukan cairan dan tekanan rahim pada pembuluh darah dapat membuat pergelangan kaki serta kaki membengkak secara perlahan, terutama pada sore hari. Kram betis dan varises juga dapat terasa lebih nyata.
Bengkak ringan pada kedua kaki berbeda dari bengkak berat yang muncul mendadak. Wajah atau tangan yang membengkak ekstrem perlu segera diperiksa. Begitu pula bila hanya satu kaki yang bengkak, merah, hangat, atau nyeri karena kondisi tersebut dapat menandakan bekuan darah.
7. Kontraksi Braxton Hicks
Perut sesekali dapat terasa kencang lalu kembali rileks. Ini disebut kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Kontraksi ini umumnya tidak teratur, tidak terus bertambah kuat, dan tidak makin berdekatan.
Kontraksi persalinan membentuk pola yang lebih teratur. Seiring waktu, jaraknya makin dekat dan biasanya berlangsung sekitar 60–90 detik. Kontraksi teratur dan nyeri sebelum usia kehamilan 37 minggu harus segera dilaporkan karena bisa menandakan persalinan prematur.
8. Gerakan bayi terasa berbeda, tetapi tidak seharusnya berkurang
Ketika ruang di rahim makin sempit, tendangan tajam dapat berubah menjadi gerakan menggeliat, berguling, atau meregang. Namun, ruang yang terbatas bukan alasan bayi bergerak lebih jarang.
Menurut Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jumlah gerakan cenderung meningkat hingga minggu ke-32, kemudian relatif tetap sampai persalinan meskipun jenis gerakannya berubah. Tidak ada satu angka gerakan yang berlaku untuk semua kehamilan. Yang perlu dikenali adalah pola harian masing-masing bayi.
Jika gerakan terasa berkurang atau berubah dari biasanya, hubungi dokter, bidan, atau fasilitas bersalin saat itu juga. Jangan menunggu hingga hari berikutnya atau tidur terlebih dahulu untuk melihat apakah gerakan kembali normal.
Gatal dan ASI pertama juga dapat muncul

ilustrasi trimester ketiga kehamilan (pexels.com/Amina Filkins) Kulit perut yang meregang bisa terasa kering atau gatal. Payudara juga mungkin mengeluarkan sedikit kolostrum, yaitu cairan awal berwarna bening hingga kekuningan. Keduanya dapat menjadi bagian dari perubahan trimester tiga.
Meski demikian, gatal hebat tanpa ruam—terutama pada telapak tangan dan kaki serta terasa lebih buruk pada malam hari—perlu diperiksa. Pola tersebut dapat menjadi gejala kolestasis intrahepatik kehamilan, yaitu gangguan hati yang biasanya muncul setelah minggu ke-28.
Kapan harus segera mencari pertolongan?
Tidak semua ketidaknyamanan pada akhir kehamilan berbahaya. Namun, sebaiknya segera cari pertolongan medis jika mengalami:
Gejala trimester tiga memang dapat mengubah ritme keseharian. Namun, keluhan yang terasa berbeda, memburuk cepat, atau menimbulkan kekhawatiran tetap perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan tanpa menunggu jadwal kontrol berikutnya.
Referensi
MedlinePlus, “Prenatal Care in Your Third Trimester,” diakses September 2026.
Francesca L. Facco et al., “Sleep Disturbances in Pregnancy,” Obstetrics & Gynecology 115, no. 1 (2010): 77–83, https://doi.org/10.1097/AOG.0b013e3181c4f8ec.
Priya Soma-Pillay et al., “Physiological Changes in Pregnancy,” Cardiovascular Journal of Africa 27, no. 2 (2016): 89–94, https://doi.org/10.5830/CVJA-2016-021.
Johns Hopkins Medicine, “The Third Trimester,” diakses September 2026.
Annelie Gutke et al., “The Severity and Impact of Pelvic Girdle Pain and Low-Back Pain in Pregnancy: A Multinational Study,” Journal of Women’s Health 27, no. 4 (2018): 510–17, https://doi.org/10.1089/jwh.2017.6342.
Centers for Disease Control and Prevention, “Urgent Maternal Warning Signs and Symptoms,” diakses September 2026.
American College of Obstetricians and Gynecologists, “How to Tell When Labor Begins,” diakses September 2026.
Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, “Your Baby’s Movements in Pregnancy,” diakses September 2026.
Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, “Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy,” diakses September 2026.








![[QUIZ] Berdasarkan Tujuan Kamu, Ini Jenis Diet yang Paling Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)












