Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Eksperimen: Satu Ruangan Penuh Pasien Flu tapi Tak Ada yang Tertular

Penggunaan masker di moda transportasi umum yang ramai orang.
ilustrasi memakai masker di ruang publik (pexels.com/zydeaosika)
Intinya sih...
  • Flu tidak otomatis menular meski berada di ruang tertutup bersama pasien, menurut sebuah studi eksperimen.
  • Batuk dan sirkulasi udara berperan besar dalam penularan virus.
  • Ventilasi yang baik dan masker tetap kunci pencegahan di dalam ruangan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim flu tahun ini tergolong berat karena varian subclade K menyebar cepat dan memicu lonjakan kasus di banyak negara. Di tengah kekhawatiran itu, sebuah studi baru menghadirkan temuan yang mengejutkan. Dalam studi tersebut, sekelompok orang sehat ditempatkan satu ruangan dengan pasien flu, dan tak satu pun tertular.

Eksperimen ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of Maryland dan dipublikasikan dalam jurnal PLOS Pathogens. Tim peneliti ingin memahami secara lebih nyata bagaimana influenza menyebar di dunia nyata, bukan cuma di laboratorium. Caranya ekstrem namun terkontrol: mahasiswa yang sudah terkonfirmasi flu ditempatkan di satu lantai hotel bersama relawan dewasa sehat.

Kontaknya tidak sebentar. Mereka mengobrol, bergerak bersama, bahkan berbagi benda seperti tablet dan mikrofon. Namun, hasilnya: tidak ada penularan flu yang terdeteksi. Kok, bisa!?

Batuk, udara, dan detail kecil yang menentukan

Mengapa flu tidak menyebar dalam kondisi yang tampak berisiko itu? Jawabannya ada pada detail yang sering luput dari perhatian.

Pertama, batuk.

Walaupun para mahasiswa membawa virus dalam jumlah tinggi di saluran hidung, tetapi mereka ternyata jarang batuk. Padahal, batuk adalah salah satu cara paling efisien untuk melepaskan partikel virus ke udara. Tanpa banyak batuk, jumlah virus yang terlepas ke lingkungan menjadi terbatas.

Kedua, ventilasi dan pergerakan udara. Ruangan hotel tempat studi berlangsung memiliki pemanas dan dehumidifier yang terus mengaduk udara. Akibatnya, partikel virus yang mungkin ada di udara menjadi cepat terdilusi, sehingga konsentrasinya terlalu rendah untuk memicu infeksi.

Faktor usia juga diduga berperan. Relawan yang sehat adalah dewasa paruh baya, kelompok usia yang secara umum lebih tidak rentan terhadap flu dibandingkan dengan orang dewasa muda.

Apa artinya bagi pencegahan flu?

Seorang perempuan membuka jendela demi sirkulasi udara yang baik.
ilustrasi perempuan membuka jendela (freepik.com/tirachardz)

Banyak ahli percaya bahwa penularan flu lewat udara memainkan peran besar, tetapi bukti kuat dari uji klinis terkontrol masih terbatas. Studi ini menjadi salah satu yang pertama menunjukkan bahwa penularan tidak selalu terjadi, bahkan dalam kontak dekat jika kondisi lingkungannya tidak mendukung.

Poin penting dari studi ini adalah:

  • Ruang tertutup dengan udara yang stagnan dan kontak dekat dengan orang yang batuk adalah situasi paling berisiko.
  • Sirkulasi udara yang baik dapat secara signifikan menurunkan risiko.
  • Jika berada sangat dekat dengan orang yang sakit, masker, terutama N95, masih menjadi perlindungan paling efektif.

Setiap tahun, influenza tetap menyebabkan hingga 1 miliar infeksi secara global, dengan jutaan rawat inap dan ribuan kematian. Namun, studi ini memberi harapan bahwa lingkungan yang dirancang dengan baik bisa membuat perbedaan besar.

Eksperimen di hotel ini mengingatkan bahwa pencegahan flu bukan hanya soal vaksin dan obat, tetapi juga soal udara yang kita hirup, jarak yang kita jaga, dan kebiasaan sehari-hari. Ventilasi, menerapkan etika batuk yang baik, serta pakai masker saat diperlukan bisa menghentikan virus bahkan sebelum ia sempat menyebar.

Temuan studi ini membuka jalan menuju strategi pencegahan yang lebih cerdas, dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana virus benar-benar berpindah dari satu orang ke orang lain.

Referensi

Jianyu Lai et al., “Evaluating Modes of Influenza Transmission (EMIT-2): Insights From Lack of Transmission in a Controlled Transmission Trial With Naturally Infected Donors,” PLoS Pathogens 22, no. 1 (January 7, 2026): e1013153, https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1013153.

"Study: How can we stop the spread of flu?" University of Maryland School of Public Health. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Apa Luka Batin yang Diam-Diam Kamu Simpan?

20 Jan 2026, 09:35 WIBHealth