Kalsium dan zat besi sama-sama merupakan mineral penting bagi tubuh. Namun, mengonsumsi keduanya pada waktu yang sama dapat memengaruhi penyerapan zat besi.
Kalsium dan zat besi nonheme, yaitu jenis zat besi yang berasal dari makanan nabati, dapat bersaing untuk diserap di usus. Kalsium juga dapat berikatan dengan zat besi dan membentuk senyawa yang sulit diserap tubuh.
Pada jenis suplemen kalsium tertentu, seperti kalsium karbonat, penurunan keasaman lambung juga dapat berpotensi mengurangi kelarutan dan penyerapan zat besi nonheme.
Oleh karena itu, jika mengonsumsi suplemen kalsium dan zat besi, sebaiknya jangan diminum secara bersamaan. Berikan jeda waktu di antara keduanya agar penyerapan masing-masing mineral dapat lebih optimal.
Hal yang sama juga perlu diperhatikan ketika mengonsumsi suplemen kalsium bersama makanan yang kaya zat besi, termasuk sayuran berdaun hijau.
Mengonsumsi suplemen kalsium bukan hanya soal menentukan dosis. Apa yang dikonsumsi bersamaan juga perlu diperhatikan karena beberapa makanan, minuman, dan mineral dapat memengaruhi penyerapan kalsium atau bahkan berinteraksi dengan obat tertentu.
Dengan mengetahui apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan kalsium, kamu bisa mengatur waktu konsumsi suplemen dengan lebih tepat. Dengan begitu, kalsium dapat diserap tubuh dengan lebih baik dan manfaatnya untuk kesehatan pun bisa lebih optimal.
Referensi
Health. Diakses pada Agustus 2026. "4 Supplements That Don't Mix Well With Calcium."
Royal Osteoporosis Society. Diakses pada Agustus 2026. "Are There Any Foods I Should Avoid?"
Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026. "6 Things to Avoid Mixing With Calcium Supplements."