- Tiba-tiba sangat parah.
- Disertai gangguan penglihatan atau bicara.
- Muncul setelah cedera kepala.
- Tidak membaik dengan istirahat.
Kenapa Sakit Kepala di Bagian Belakang? Ini 6 Penyebabnya

Sakit kepala bagian belakang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketegangan otot, gangguan leher, iritasi saraf oksipital, migrain, hipertensi, hingga dehidrasi.
Setiap penyebab ciri khasnya berbeda, mulai dari nyeri tumpul akibat stres dan postur buruk hingga rasa tersetrum karena gangguan saraf atau tekanan darah tinggi.
Penanganan tergantung sumber masalahnya, meliputi relaksasi, terapi fisik, koreksi postur, cukup cairan, serta pemeriksaan medis bila nyeri muncul mendadak atau disertai gejala serius.
Sakit kepala di bagian belakang tak pernah gagal untuk membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman. Pasalnya, rasa sakit bisa menjalar dari tempurung kepala, tengkuk, leher, hingga bahkan pundak. Berbeda dengan sakit kepala di bagian sisi yang biasanya terpusat di satu bagian saja.
Ternyata, ada beberapa kondisi yang menyebabkan sakit kepala bagian belakang. Ingin tahu apa saja? Berikut ulasan penyebab potensial sakit kepala bagian belakang.
Table of Content
1. Sakit kepala tipe tegang
Sakit kepala tipe tegang adalah penyebab paling umum dari nyeri di bagian belakang kepala. Kondisi ini terjadi akibat kontraksi otot di kepala, leher, dan bahu yang berlangsung terus-menerus.
Nyeri biasanya terasa seperti tekanan atau ikatan di sekitar kepala, sering kali menjalar ke bagian belakang.
Stres psikologis dan postur buruk disebut-sebut menjadi pemicu utama.
Otot yang tegang akan mengurangi aliran darah lokal dan meningkatkan sensitivitas saraf, sehingga memicu rasa nyeri yang tumpul tetapi menetap.
Kondisi ini sering dipicu oleh aktivitas sehari-hari, seperti bekerja di depan laptop, posisi duduk yang tidak ergonomis, atau kelelahan mental. Meski tergolong ringan, jika terjadi terus-menerus, kualitas hidup bisa terganggu.
Penanganannya biasanya melibatkan kombinasi relaksasi, peregangan otot, serta perbaikan postur. Dalam beberapa kasus, terapi fisik atau manajemen stres juga diperlukan.
2. Sakit kepala servikogenik

Tidak semua sakit kepala berasal dari kepala. Pada sakit kepala servikogenik, sumber nyeri justru berasal dari struktur di leher, seperti sendi, otot, atau saraf.
Gangguan pada tulang belakang servikal dapat memicu nyeri yang menjalar ke bagian belakang kepala. Nyeri biasanya dimulai dari leher lalu naik ke kepala, sering kali hanya di satu sisi.
Gerakan leher tertentu, seperti menoleh atau menunduk terlalu lama, dapat memperparah rasa sakit. Ini menjelaskan mengapa banyak orang merasakan nyeri setelah duduk lama atau tidur dengan posisi yang kurang tepat.
Fokus penanganannya adalah sumber masalahnya, yaitu leher. Biasanya terapi fisik, latihan mobilitas, dan koreksi postur menjadi lini utama.
3. Neuralgia oksipital
Neuralgia oksipital adalah kondisi yang melibatkan iritasi atau peradangan pada saraf oksipital, yang mengalir dari leher ke belakang kepala.
Rasa nyerinya biasanya terasa tajam, seperti tersetrum, dan bisa datang tiba-tiba. Sensasi ini berbeda dari sakit kepala biasa yang cenderung tumpul.
Penyebabnya bisa dari cedera leher, ketegangan otot kronis, hingga tekanan pada saraf. Dalam beberapa kasus, bahkan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut bisa memicu nyeri.
Penanganannya bisa meliputi obat antiinflamasi, terapi saraf, hingga blok saraf pada kasus yang lebih berat.
4. Migrain dominasi area belakang kepala

Migrain biasanya dikenal menyerang satu sisi kepala, tetapi pada sebagian orang, nyeri bisa terasa dominan di bagian belakang.
Migrain melibatkan aktivasi sistem saraf trigeminovaskular yang kompleks, yang dapat memengaruhi berbagai area kepala, termasuk bagian posterior.
Nyeri migrain sering disertai gejala lain seperti mual, sensitif terhadap cahaya, dan berdenyut. Pada beberapa kasus, nyeri bisa menjalar dari belakang ke depan kepala.
Pemicu migrain sangat beragam, mulai dari kurang tidur, stres, hingga makanan tertentu. Penanganannya membutuhkan pendekatan individual, termasuk identifikasi pemicu dan terapi medis jika diperlukan.
5. Hipertensi
Sakit kepala di bagian belakang kepala juga bisa dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, terutama pada kondisi hipertensi yang tidak terkontrol.
Nyeri biasanya muncul saat tekanan darah sangat tinggi dan dapat terasa di bagian belakang kepala, terutama saat pagi hari. Namun, penting dicatat bahwa tidak semua orang dengan hipertensi mengalami sakit kepala. Ketika muncul, ini bisa menjadi tanda bahwa tekanan darah sudah berada pada level berbahaya.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi langkah penting jika sakit kepala belakang terjadi berulang tanpa penyebab jelas.
6. Dehidrasi dan kelelahan

Kurangnya cairan dapat memengaruhi volume darah dan aliran oksigen ke otak, yang kemudian memicu sakit kepala.
Penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat memengaruhi fungsi otak dan memicu nyeri kepala.
Nyeri akibat dehidrasi sering terasa menyeluruh, tetapi bisa dominan di bagian belakang, terutama jika disertai kelelahan fisik.
Mengatasi kondisi ini relatif sederhana, yaitu cukup dengan mencukupi kebutuhan cairan dan istirahat cukup.
Kapan harus waspada?
Segera cari bantuan medis jika sakit kepala:
Sakit kepala di bagian belakang bisa menjadi gejala dari berbagai kemungkinan kondisi. Dari otot yang tegang hingga gangguan saraf atau tekanan darah. Mengenali pola nyeri mulai kapan muncul, bagaimana rasanya, dan apa pemicunya menjadi kunci.




![[QUIZ] Playlist Sebelum Tidur Kamu Bisa Cerminkan Kondisi Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20250206/pexels-cottonbro-6875743-9f2690fd965b0b529c7039fa544e675e-2755b951bee24306860255d895ab2944.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Doomscrolling? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250422/screenshot-2025-04-22-221059-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-4c959a1ccd6cb97411fd96bd015b48f4.png)

![[QUIZ] Dari Genre Musik Favoritmu, Kami Bisa Tebak Coping Mechanism Kamu](https://image.idntimes.com/post/20241114/pexels-olly-3768125-778094b3173696de6f6b16587c87c222-aafea8b76ff86156d2596a84a002af4a.jpg)





![[QUIZ] Jenis Olahraga yang Sebaiknya Kamu Hindari Berdasarkan Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20220707/gabin-vallet-j154nekpzlq-unsplash-577a65aa961d73f9217e2a12e2f9999d.jpg)




