ilustrasi penanganan pasien keracunan di rumah sakit (unsplash.com/OlgaKononenko)
Pada orang yang mengalami kejang tonik-klonik, ia tidak mampu menelan air liur secara normal. Gerakan rahang dan aliran udara kemudian membuat air liur tampak berbusa.
Berbagai overdosis dapat menimbulkan kejang, termasuk obat antidepresan tertentu, obat perangsang, antihistamin, bupropion, tramadol, venlafaksin, isoniazid, dan teofilin.
Sebuah tinjauan toksikologi memperkirakan obat atau racun bertanggung jawab atas hingga 9 persen kasus status epilepticus, yaitu kejang berkepanjangan atau berulang tanpa pemulihan penuh.
Busa yang muncul saat kejang tidak dapat menunjukkan obat mana yang dikonsumsi. Petunjuk terpenting adalah riwayat paparan, kemasan obat yang ditemukan, kondisi korban, serta pemeriksaan di rumah sakit.
Pada overdosis opioid, tanda utama biasanya bukan mulut berbusa, melainkan korban sulit dibangunkan, tubuh lemas, napas sangat lambat atau berhenti, bibir membiru, dan pupil mengecil. Suara mendengkur atau gemericik sering disalahartikan sebagai tidur biasa.
Dalam kasus berat, cairan berbusa bisa keluar dari mulut akibat sekresi di saluran napas atau edema paru nonkardiogenik, yaitu penumpukan cairan di paru-paru yang jarang, tetapi serius.
Nalokson dapat membalikkan penekanan napas akibat opioid. Apabila nalokson tersedia dan penolong telah memahami cara menggunakannya, obat tersebut dapat diberikan sambil tetap menghubungi layanan darurat. Efeknya bisa lebih singkat daripada opioid sehingga korban tetap harus dibawa ke rumah sakit.
Produk yang mengandung surfaktan, seperti sabun atau detergen, dapat menghasilkan gelembung di mulut setelah tertelan. Pada paparan kecil terhadap sabun biasa, gejalanya sering terbatas pada iritasi mulut, mual, muntah, atau diare ringan.
Namun, detergen pekat, terutama produk untuk mesin pencuci piring atau pembersih industri, dapat menyebabkan luka bakar pada mulut dan tenggorokan. Busa atau muntahan juga dapat masuk ke saluran napas dan memicu batuk, mengi, nyeri dada, atau sesak.
Banyaknya busa tidak selalu sebanding dengan beratnya keracunan. Sedikit busa dapat berasal dari produk yang mudah berbuih, sedangkan keracunan yang sangat berat mungkin tidak menghasilkan busa sama sekali.