Jawabannya secara umum iya, terutama karena kandungan kolesterolnya lebih tinggi dibanding daging biasa. Namun, efeknya pada tubuh tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti jumlah yang dimakan, frekuensi konsumsi, cara memasak, pola makan harian, aktivitas fisik, dan kondisi metabolik masing-masing orang.
Bagi orang sehat, konsumsi sesekali dalam jumlah moderat kemungkinan tidak menjadi masalah besar. Namun, bagi individu dengan risiko penyakit jantung atau gangguan metabolik, jeroan lebih berpotensi memperburuk kadar kolesterol dibanding daging biasa, terutama jika dikonsumsi rutin dan dalam porsi besar.
Kesimpulannya, jeroan cenderung lebih tinggi kolesterol dibanding daging, terutama hati dan otak. Karena itu, makanan ini lebih sering dikaitkan dengan kenaikan kolesterol darah dan risiko penyakit jantung.
Meski begitu, kolesterol darah tidak hanya dipengaruhi satu jenis makanan. Lemak jenuh, pola makan keseluruhan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan kondisi kesehatan juga turut berperan. Artinya, yang paling penting adalah memahami konteks konsumsi secara keseluruhan. Kesehatan tidak cuma ditentukan dari satu pilihan makanan saja, tetapi dari akumulasi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus.
Referensi
American Heart Association. “Dietary Fats.” Diakses Mei 2026.
Frank M. Sacks et al., “Dietary Fats and Cardiovascular Disease: A Presidential Advisory From the American Heart Association,” Circulation 136, no. 3 (June 16, 2017): e1–23, https://doi.org/10.1161/cir.0000000000000510.
European Society of Cardiology. “2021 ESC Guidelines on Cardiovascular Disease Prevention in Clinical Practice.” Diakses Mei 2026.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. “Cholesterol.” Diakses Mei 2026.
Dong D. Wang and Frank B. Hu, “Dietary Fat and Risk of Cardiovascular Disease: Recent Controversies and Advances,” Annual Review of Nutrition 37, no. 1 (June 24, 2017): 423–46, https://doi.org/10.1146/annurev-nutr-071816-064614.
Jacqui Wise, “Saturated Fat: Reducing Intake Has Benefits, but Only in Those at High Risk, Study Reports,” BMJ 391 (December 16, 2025): r2642, https://doi.org/10.1136/bmj.r2642.