Perjalanan haji dikenal menantang bagi fisik. Jemaah harus menempuh penerbangan berjam-jam menuju Arab Saudi, melintasi beberapa zona waktu, tidur dalam posisi yang tidak nyaman, lalu langsung menghadapi aktivitas padat sesampainya di sana.
Indonesia dan Arab Saudi memiliki perbedaan waktu sekitar 4 jam. Angkanya memang tidak sebesar penerbangan ke Eropa atau Amerika, tetapi tetap cukup untuk mengganggu ritme biologis tubuh, terutama pada jemaah lansia atau mereka yang sudah kelelahan sejak sebelum berangkat.
