Jemaah haji hendak melaksanakan lempar jumrah. (IDN Times/Rochmanudin)
Beberapa cara yang dapat membantu tubuh beradaptasi lebih cepat antara lain:
Mulai menggeser jam tidur beberapa hari sebelum berangkat.
Tidur cukup sebelum penerbangan.
Minum cukup air selama perjalanan.
Mengurangi asupan kafein.
Berusaha mengikuti jam makan dan jam tidur setempat sesampainya di tujuan.
Lebih banyak terpapar cahaya matahari pagi.
Tetap bergerak ringan, seperti berjalan santai atau peregangan.
Menghindari tidur siang terlalu lama pada hari pertama.
Paparan cahaya matahari termasuk salah satu cara paling efektif untuk membantu jam biologis tubuh menyesuaikan diri dengan zona waktu baru karena cahaya memengaruhi produksi hormon melatonin yang berhubungan dengan tidur.
Jet lag bukan kondisi berbahaya, tetapi bisa membuat jemaah merasa lebih lelah, sulit fokus, dan kurang fit di hari-hari pertama haji. Karena itu, jet lag sebaiknya tidak dianggap sepele. Tubuh yang kurang tidur dan belum beradaptasi lebih rentan mengalami dehidrasi, sakit, dan kelelahan. Dengan persiapan tidur yang baik dan memberi tubuh waktu untuk beradaptasi, jemaah bisa merasa lebih nyaman dan siap menjalani ibadah.
Referensi
“Jet Lag Disorder: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses April 2026.
Jeremy A. Weingarten and Nancy A. Collop, “Air Travel,” CHEST Journal 144, no. 4 (October 1, 2013): 1394–1401, https://doi.org/10.1378/chest.12-2963.
Robert L. Sack, “Jet Lag,” New England Journal of Medicine 362, no. 5 (February 3, 2010): 440–47, https://doi.org/10.1056/nejmcp0909838.
Alon Avidan and Christopher Colwell, “Jet Lag Syndrome: Circadian Organization, Pathophysiology, and Management Strategies,” Nature and Science of Sleep 2 (August 1, 2010): 187, https://doi.org/10.2147/nss.s6683.
“Jet Lag." Britannica. Diakses April 2026.