Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Operasi Epilepsi Dibutuhkan? Ini Penjelasannya
ilustrasi operasi (pexels.com/Anna Shvets)
  • Operasi epilepsi jadi opsi lanjutan bagi pasien yang kejangnya tak terkendali meski sudah minum obat, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

  • Tindakan ini paling efektif untuk epilepsi fokal, di mana sumber kejang bisa diidentifikasi dan diangkat tanpa mengganggu fungsi vital otak.

  • Sebelum operasi, pasien menjalani evaluasi menyeluruh oleh tim multidisiplin; tingkat keberhasilan bebas kejang mencapai 40–70 persen dengan risiko komplikasi relatif rendah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Epilepsi sering kali dapat dikendalikan dengan pengobatan. Namun, tidak semua pasien merespons terapi dengan baik. Pada kondisi tertentu, ketika kejang terus terjadi meski sudah minum obat sesuai dosis dan anjuran dokter, operasi epilepsi bisa menjadi pilihan penting.

Operasi ini bukan langkah pertama, melainkan opsi lanjutan setelah evaluasi menyeluruh. Tujuannya adalah menghilangkan atau mengurangi sumber kejang di otak agar kualitas hidup pasien meningkat secara signifikan. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut kapan operasi epilepsi dibutuhkan.

1. Memahami epilepsi yang kebal obat

Sekitar 30–40 persen pasien epilepsi mengalami kondisi yang disebut epilepsi resistan obat atau refractory epilepsy. Artinya, kejang tetap terjadi meskipun sudah mencoba dua atau lebih obat antikejang (anti-seizure medications/ASM) dengan dosis yang tepat.

Dalam pedoman medis, kegagalan dua terapi lini pertama sudah cukup menjadi pertimbangan untuk evaluasi operasi. Alasannya, karena jika kejang terus berulang, maka:

  • Aktivitas sehari-hari terganggu.

  • Tidak bisa mengemudi.

  • Kesulitan bekerja.

  • Risiko cedera meningkat.

  • Risiko SUDEP (sudden unexpected death in epilepsy) ikut naik.

Makin lama kondisi ini dibiarkan, peluang keberhasilan operasi bisa menurun. Karena itu, rujukan lebih awal—idealnya dalam 1–2 tahun setelah dinyatakan kebal obat—sangat dianjurkan.

2. Jenis kejang yang bisa dioperasi

Operasi epilepsi paling efektif pada kejang fokal (parsial), yaitu kejang yang berasal dari satu area spesifik di otak. Area ini dikenal sebagai zona epileptogenik. Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain:

  • Sklerosis temporal mesial.

  • Tumor otak.

  • Displasia kortikal.

  • Kelainan struktural seperti cavernoma (kumpulan pembuluh darah kecil yang rapat dan tidak beraturan dengan dinding tipis, dapat berada di otak atau sumsum tulang belakang).

Berbeda dengan epilepsi generalisata (yang melibatkan seluruh otak), epilepsi fokal lebih memungkinkan untuk dioperasi karena sumber gangguannya dapat diidentifikasi dan diangkat tanpa merusak fungsi vital.

3. Kriteria pasien yang cocok untuk operasi

ilustrasi kejang epilepsi (IDN Times/NRF)

Operasi epilepsi dipertimbangkan jika:

  • Kejang bersifat berat dan mengganggu aktivitas harian.

  • Obat antikejang tidak lagi efektif.

  • MRI atau pemeriksaan pencitraan menunjukkan lesi yang jelas.

  • Area kejang tidak berada di pusat fungsi penting seperti bicara atau gerakan.

  • Risiko kejang (cedera, SUDEP) lebih besar dibandingkan risiko operasi.

Pasien dengan kondisi medis berat tertentu mungkin tidak memenuhi syarat karena risiko bedah lebih tinggi. Karena itu, setiap kasus selalu dinilai secara individual oleh tim multidisiplin.

4. Jenis-jenis operasi epilepsi

Beberapa prosedur yang umum dilakukan antara lain:

1. Lobektomi temporal

Ini adalah prosedur paling sering dilakukan, terutama pada epilepsi lobus temporal. Tingkat bebas kejang jangka panjang bisa mencapai 50–60 persen.

2. Reseksi ekstratemporal

Dilakukan jika sumber kejang berada di luar lobus temporal.

3. Laser interstitial thermal therapy (LITT)

Teknik minimal invasif yang menggunakan panas laser untuk menghancurkan jaringan penyebab kejang.

4. Corpus callosotomy

Prosedur pemutusan sebagian jalur komunikasi antar belahan otak, biasanya untuk mengurangi drop attack (jatuh mendadak tanpa kehilangan kesadaran).

5. Neuromodulasi

Jika jaringan tidak bisa diangkat, stimulasi saraf seperti vagus nerve stimulation (VNS) dapat membantu mengurangi frekuensi kejang, meski tidak selalu menyembuhkan.

Pemilihan jenis operasi sangat bergantung pada lokasi sumber kejang dan kondisi pasien secara keseluruhan.

5. Proses evaluasi sebelum operasi

Sebelum tindakan dilakukan, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti:

  • Video-EEG monitoring.

  • MRI resolusi tinggi.

  • PET atau SPECT scan.

  • Tes neuropsikologis.

Dalam beberapa kasus, dokter juga menggunakan elektroda invasif untuk memastikan batas area kejang secara presisi. Tim yang terlibat biasanya terdiri dari ahli saraf, ahli bedah saraf, radiolog, dan psikolog. Mereka menimbang manfaat dan risiko, termasuk kemungkinan infeksi (sekitar 1–2 persen) atau gangguan fungsi tertentu (sekitar 5–10 persen).

6. Seberapa efektif operasi epilepsi?

ilustrasi operasi (pexels.com/Anna Shvets)

Angka bebas kejang setelah operasi berkisar antara 40–70 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan terapi obat pada pasien yang sudah resisten. Banyak pasien bahkan bisa mengurangi atau menghentikan obat secara bertahap.

Penelitian yang dikutip oleh Epilepsy Society menunjukkan bahwa operasi, terutama lobektomi temporal, secara signifikan lebih efektif dibandingkan melanjutkan pengobatan saja pada kasus yang tepat. Selain mengurangi kejang, manfaat lainnya meliputi:

  • Fungsi kognitif yang lebih stabil.

  • Peluang kerja meningkat.

  • Risiko kematian menurun.

  • Kualitas hidup membaik secara keseluruhan.

  • Risiko komplikasi besar relatif rendah, yaitu sekitar 1–5 persen.

Operasi epilepsi dibutuhkan ketika kejang fokal tidak lagi bisa dikendalikan dengan obat dan mulai merusak kualitas hidup pasien. Dengan teknologi dan teknik bedah yang semakin maju, prosedur ini kini lebih aman dan efektif dibanding sebelumnya. Bagi pasien yang memenuhi kriteria, operasi bukan sekadar pilihan terakhir, melainkan kesempatan nyata untuk hidup lebih bebas dari kejang.

Referensi

Epilepsy Action. Diakses pada Februari 2026. "Epilepsy Surgery for Adults."

Epilepsy Society. Diakses pada Februari 2026. "Epilepsy Surgery."

Mayo Clinic. Diakses pada Februari 2026. "Epilepsy Surgery."

Medizineonline. Diakses pada Februari 2026. "When Does Surgical Treatment Have To Be Performed?"

WebMD. Diakses pada Februari 2026. "What Is Epilepsy Surgery?"

Editorial Team