Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti tujuh provinsi berdampak signifikan terhadap kesehatan kelompok rentan. Merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak untuk memprioritaskan pelindungan ekstra bagi anak-anak, lansia, ibu hamil serta mereka yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr. dr. Then Suyanti MM, mengingatkan bahwa puncak musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Juli hingga September 2026 memicu risiko karhutla yang sangat tinggi.
