ilustrasi seorang anak yang sedang makan (magnific.com/magnific)
Asupan gizi punya peran penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh anak agar dapat bekerja dengan baik. Anak yang mengalami kekurangan gizi berisiko lebih tinggi mengalami infeksi dan bisa menghadapi pemulihan yang lebih sulit ketika sakit. Karena itu, kebutuhan nutrisi sehari-hari sebaiknya gak luput dari perhatian, terutama pada masa pertumbuhan.
Memberikan makanan bergizi untuk anak gak harus selalu mahal, kok. Orang tua bisa menyiasatinya dengan menu rumahan yang bervariasi, mulai dari telur, ikan, tempe, sayuran, hingga buah-buahan sesuai kebutuhan anak. Nah, kalau anak sering sakit, berat badannya sulit naik, atau nafsu makannya terus menurun, sebaiknya periksakan ke tenaga kesehatan untuk mencari tahu penyebabnya.
Anak lebih rentan terkena ISPA karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, sering berinteraksi dengan teman sebaya, serta bisa terpapar polusi dan kuman di lingkungan sekitar. Meski ISPA cukup umum terjadi pada anak-anak, orangtua tetap perlu menjaga kebersihan, memenuhi kebutuhan gizi, dan memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Nah, jika gejala ISPA tak kunjung membaik atau anak mengalami sesak napas, segera bawa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Referensi
“Factors related with the incidence of acute respiratory infections in toddlers in Sleman, Yogyakarta, Indonesia: Evidence from the Sleman Health and Demographic Surveillance System.” PLOS ONE. Diakses Oktober 2026.
“Risk factors for severe acute lower respiratory infections in children – a systematic review and meta-analysis.” Croatian Medical Journal. Diakses Oktober 2026.
“Indoor air pollution exposure and acute respiratory infection among under-five children in low- and middle-income countries: a systematic review and meta-analysis of epidemiological studies.” BMC Public Health. Diakses Oktober 2026.
“Risk factors for respiratory syncytial virus-associated acute lower respiratory infection in children under 5 years: An updated systematic review and meta-analysis.” International Journal of Infectious Diseases. Diakses Oktober 2026.