Begadang juga dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur kapan kita tidur, bangun, dan memproduksi berbagai hormon. Gangguan ritme ini membuat kadar hormon kortisol, atau hormon stres, meningkat pada waktu yang tidak semestinya.
Kortisol yang tinggi diketahui dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak. Tak heran jika orang yang sering begadang lebih mudah mengidam makanan manis atau makanan berkalori tinggi.
Kesimpulannya, begadang memengaruhi sistem yang mengatur rasa lapar. Kurang tidur meningkatkan hormon grelin, menurunkan hormon leptin, mengubah cara kerja otak dalam memilih makanan, mengganggu metabolisme, hingga meningkatkan hormon stres. Gabungan berbagai perubahan tersebut membuat kamu jadi lebih mudah lapar, lebih sulit menolak makanan tinggi kalori, dan cenderung makan dalam porsi lebih banyak.
Karena itu, jika kamu sedang berusaha menjaga berat badan atau menerapkan pola makan sehat, tidur yang cukup juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Referensi
BBC. Diakses pada Juli 2026. "Why Reducing Sleep Makes You Hungry."
Ben Bikman. Diakses pada Juli 2026. "Why Poor Sleep Makes You Hungrier."
Cleveland Clinic. Diakses pada Juli 2026. "The Connection Between Sleep and Hunger."
Orlando Health. Diakses pada Juli 2026. "Early to Rise or Late to Bed? Sleep May Affect Your Eating Habits."
Truth About Weight. Diakses pada Juli 2026. "Sleeping Well Helps You Eat Well."