Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Hidung Tersumbat Menyebabkan Bikin Sakit Kepala?
ilustrasi hidung tersumbat (pexels.com/Karolina Grabowska)
  • Hidung tersumbat saat flu, alergi, atau terpapar iritan dapat membengkakkan jaringan dan menumpuk lendir, menghambat drainase sinus, lalu meningkatkan tekanan di dahi, pipi, serta sekitar mata.

  • Peradangan dan tekanan di sinus dapat merangsang saraf trigeminal yang membawa sensasi wajah ke otak, sehingga nyeri terasa sebagai sakit kepala atau kepala berat.

  • Tidak semua sakit kepala saat hidung mampet berasal dari sinus; migrain dapat memicu gejala serupa. Keluhan yang menetap berminggu-minggu perlu diperiksa dokter untuk mencari penyebabnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mengalami hidung tersumbat saat sedang flu, lalu kepala ikut terasa berat atau berdenyut? Kondisi ini cukup umum terjadi. Hidung mampet ternyata tidak hanya membuat sulit bernapas, tetapi juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di sekitar dahi, pipi, mata, hingga kepala.

Salah satu penyebabnya adalah tekanan pada sinus yang meningkat ketika saluran hidung mengalami penyumbatan. Ada pula peran saraf dan peradangan yang membuat rasa sakit bisa terasa sampai ke kepala. Mari, kita bahas lebih lanjut mengenai hal ini!

1. Hidung tersumbat bisa meningkatkan tekanan pada sinus

Sinus merupakan rongga berisi udara yang berada di sekitar hidung, dahi, pipi, dan mata. Rongga-rongga ini terhubung dengan saluran hidung melalui saluran kecil yang berfungsi mengalirkan lendir.

Saat sedang flu, alergi kambuh, atau terpapar asap dan polusi, jaringan di dalam hidung dan sinus bisa mengalami pembengkakan. Tubuh juga biasanya memproduksi lebih banyak lendir yang teksturnya lebih kental.

Pembengkakan dan penumpukan lendir tersebut dapat mempersempit atau bahkan menyumbat saluran drainase sinus. Akibatnya, lendir dan udara terperangkap di dalam rongga sinus sehingga tekanan di dalamnya meningkat.

Tekanan inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri atau berat pada bagian dahi, pipi, dan area di antara kedua mata. Terkadang, rasa tidak nyaman ini memburuk ketika membungkukkan kepala.

2. Ada peran saraf dalam munculnya sakit kepala

Selain tekanan pada sinus, saraf juga berperan dalam memicu rasa sakit. Salah satunya adalah saraf trigeminal, yaitu saraf yang membawa sensasi dari wajah, hidung, dan sejumlah area di sekitar sinus ke otak.

Saat terjadi peradangan atau tekanan di area sinus, cabang saraf trigeminal dapat ikut terangsang. Otak kemudian menerima sinyal tersebut sebagai rasa nyeri yang bisa terasa di wajah maupun kepala.

Jika peradangan berlangsung cukup lama, saraf juga bisa menjadi lebih sensitif. Akibatnya, perubahan tekanan atau rangsangan tertentu yang sebenarnya ringan bisa terasa lebih mengganggu.

3. Apa saja yang bisa menyebabkan hidung tersumbat dan sakit kepala?

ilustrasi hidung tersumbat (pexels.co/Yan Krukau)

Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa di antaranya:

  • Flu atau infeksi virus, yang membuat jaringan hidung membengkak dan produksi lendir meningkat.

  • Alergi, yang memicu reaksi peradangan dan pembengkakan pada jaringan hidung.

  • Asap rokok dan polusi, yang dapat mengiritasi lapisan hidung dan sinus.

  • Polip hidung atau bentuk septum yang menyimpang, yang dapat menghambat aliran udara dan drainase sinus.

Ketika penyumbatan membuat lendir sulit keluar, tekanan dan rasa tidak nyaman di sekitar wajah dapat meningkat. Inilah yang membuat hidung mampet terkadang disertai kepala terasa berat atau sakit.

4. Jangan langsung menganggapnya sakit kepala sinus

Menariknya, tidak semua sakit kepala yang muncul saat hidung tersumbat disebabkan oleh sinus. Migrain juga dapat menimbulkan gejala yang mirip, termasuk hidung tersumbat dan rasa tertekan pada wajah.

Sakit kepala yang benar-benar berkaitan dengan masalah sinus biasanya disertai gejala lain, seperti hidung mengeluarkan lendir yang kental, kemampuan mencium yang menurun, hidung tersumbat, serta rasa nyeri atau sensitif pada wajah.

Sebaliknya, jika sakit kepala disertai gejala khas migrain, seperti nyeri berdenyut, mual, atau sensitif terhadap cahaya dan suara, penyebabnya mungkin bukan sekadar sinus yang tersumbat. Karena itu, penting untuk melihat keseluruhan gejala selain lokasi sakit kepala.

5. Bagaimana jika hidung tersumbat berlangsung lama?

Hidung tersumbat yang berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan, terutama jika keluhan menetap selama berminggu-minggu.

Peradangan dan gangguan drainase sinus yang berlangsung lama bisa membuat lendir terus menumpuk dan menyebabkan rasa tertekan di sekitar wajah.

Sinusitis kronis atau masalah struktur hidung juga dapat menyebabkan hidung tersumbat dalam jangka panjang. Jika keluhan tidak kunjung membaik, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Jadi, hidung tersumbat bisa membuat kepala terasa sakit atau berat karena pembengkakan dan penumpukan lendir dapat meningkatkan tekanan pada sinus serta merangsang saraf di sekitarnya. Meski begitu, keluhan serupa juga bisa disebabkan oleh migrain atau kondisi lain, sehingga penyebabnya perlu diperhatikan sebelum menentukan penanganan.

Referensi 

Calm Grid. Diakses pada Agustus 2026. "Migraine Nasal Congestion."

Higgins Sinus. Diakses pada Agustus 2026. "The Link Between Nasal Inflammation and Head Pain."

Snuggy Mom. Diakses pada Agustus 2026. "Can A Stuffy Nose Cause Headaches? | Clear Relief Explained."

Vitals Vault. Diakses pada Agustus 2026. "When 'Sinus Pressure' is Real—and When It’s Actually Migraine."

Curated For You

Editorial Team

Related Article