ilustrasi makanan bersantan (magnific.com/KamranAydinov)
Kuncinya adalah jangan membiarkan makanan bersantan terlalu lama berada pada suhu ruang.
Jika makanan tidak langsung dimakan, segera simpan dalam lemari pendingin setelah proses pendinginan yang wajar dan gunakan wadah yang sesuai.
Makanan dalam jumlah banyak sebaiknya dibagi menjadi beberapa wadah dangkal, bukan dibiarkan dalam satu panci besar. Lemari es juga sebaiknya memiliki suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
Hindari pula kebiasaan mengambil makanan berkali-kali dengan sendok yang sama, terutama jika sendok tersebut sudah digunakan untuk mencicipi makanan. Kontaminasi dari tangan dan peralatan makan dapat memperkenalkan mikroorganisme baru ke dalam masakan.
Untuk santan segar, kehati-hatian perlu lebih ditingkatkan karena bahan tersebut lebih mudah mengalami perubahan dibandingkan produk santan yang telah diproses secara komersial.
Jadi, makanan bersantan bisa lebih cepat mengalami kerusakan karena santan mengandung air dan berbagai nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Lemaknya juga dapat mengalami perubahan kimia yang memengaruhi aroma dan rasa.
Referensi
Beegum, P. P. S., Ramesh, S. V., Gupta, A., Pandiselvam, R., Akhina, A., Manikantan, M. R., & Gopal, M. (2025). Temporal quality changes in freshly extracted coconut milk: Physicochemical, sensory, and microbiological perspectives. Journal of Food Measurement and Characterization, 19, 7628–7637. https://doi.org/10.1007/s11694-025-03445-w.
KitchPrep. Diakses pada September 2026. "Can Coconut Milk Spoil? | Spoilage Signs And Storage."
Liquid Insider. Diakses pada September 2026. "Coconut Milk’s Dark Secret: Why It Spoils Faster than You Think."
QualiTru Sampling Systems. Diakses pada September 2026. "The Challenges of Coconut Milk Spoilage: What Manufacturers Need to Know."
WellFizz. Diakses pada September 2026. "Does Coconut Milk Spoil? | Shelf Life & Safety Signs."