Kalau kamu ingin tetap menikmati makanan pedas tanpa terlalu banyak berkeringat, ada beberapa cara yang bisa dicoba:
Pilih cabai atau sambal dengan tingkat kepedasan yang lebih rendah.
Konsumsi susu, yoghurt, atau produk olahan susu karena kandungan kaseinnya membantu melarutkan kapsaisin.
Makan nasi, roti, atau kentang sebagai pendamping untuk mengurangi sensasi pedas.
Minum air putih agar cairan tubuh yang hilang melalui keringat tetap tergantikan.
Perlu diketahui, air putih memang membantu menjaga hidrasi, tetapi tidak menghilangkan rasa pedas secara langsung karena capsaicin tidak larut dalam air.
Jadi, alasan makanan pedas membuat tubuh berkeringat bukan karena suhunya panas, melainkan karena kapsaisin mengelabui reseptor panas di mulut. Otak kemudian mengira tubuh sedang mengalami kenaikan suhu dan segera mengaktifkan mekanisme pendinginan dengan memproduksi keringat.
Meski terkadang membuat dahi bercucuran dan wajah memerah, reaksi ini sebenarnya merupakan proses alami yang menunjukkan sistem pengatur suhu tubuh bekerja dengan baik.
Referensi
Cookist. Diakses pada Juli 2026. "Why Do We Sweat and Blush When We Eat Spicy Food?
Health Digest. Diakses pada Juli 2026. "Why Does Eating Spicy Food Make You Sweat?"
Inverse. Diakses pada Juli 2026. "Why Does Spicy Food Make You Sweat? A Neuroscientist Breaks It Down."
The Wellness Corner. Diakses pada Juli 2026. "Why Do Some People Sweat More When Eating Spicy Food?"