Pedoman pertolongan pertama psikologis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bantuan yang manusiawi dan praktis: mendengarkan tanpa memaksa orang bercerita, membantu memenuhi kebutuhan dasar, serta menghubungkan mereka dengan informasi dan layanan yang diperlukan.
Hindari menjanjikan bahwa orang yang dicari “pasti selamat” ketika belum ada kepastian.
Dalam keseharian, dukungan dapat berupa menemani makan, menyediakan air minum, atau membantu memperoleh pembaruan informasi dari petugas.
Kesempatan beristirahat dan berhubungan dengan orang yang dipercaya juga membantu menghadapi stres.
Jika keluhan menetap, memburuk, atau mulai mengganggu kemampuan menjalani kegiatan sehari-hari, hubungi tenaga kesehatan, psikolog, atau psikiater. Dukungan psikologis dapat diberikan saat keluarga masih menunggu jawaban.
Referensi
International Committee of the Red Cross, “The Agony and the Uncertainty: Missing Loved Ones and Ambiguous Loss,” diakses September 2026.
World Health Organization, “Stress,” diakses September 2026.
Lonneke I. M. Lenferink et al., “Toward a Better Understanding of Psychological Symptoms in People Confronted With the Disappearance of a Loved One: A Systematic Review,” Trauma, Violence, & Abuse 20, no. 3 (2019): 287–302, https://doi.org/10.1177/1524838017699602.
World Health Organization, War Trauma Foundation, and World Vision International, "Psychological First Aid: Guide for Field Workers," diakses September 2026.