ilustrasi dokter sedang memeriksa pasien (pexels.com/SHVETS production)
Walaupun umumnya tidak berbahaya, tetapi mimisan sebaiknya tidak dianggap remeh jika terjadi berulang kali atau perdarahannya cukup banyak.
Temui dokter apabila mimisan sulit berhenti, sering kambuh dalam waktu singkat, terjadi setelah cedera pada wajah atau hidung, atau dialami oleh seseorang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Kondisi tersebut mungkin perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Pada sebagian kasus, dokter THT mungkin akan melakukan tindakan khusus untuk menghentikan perdarahan atau mencari apakah ada gangguan lain pada rongga hidung.
Akhir kata, mimisan rentan terjadi saat musim kemarau karena udara menjadi lebih kering sehingga lapisan pelindung di dalam hidung kehilangan kelembapannya. Akibatnya, pembuluh darah kecil yang berada tepat di bawah permukaan menjadi lebih rapuh dan mudah pecah sehingga memicu mimisan.
Risikonya dapat diminimalkan dengan menjaga kelembapan udara, rutin menggunakan saline jika diperlukan, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta menghindari kebiasaan yang dapat melukai bagian dalam hidung. Dengan perawatan sederhana tersebut, hidung akan tetap sehat meski cuaca sedang sangat kering.
Referensi
EntOne. Diakses pada Juli 2026. "Nosebleeds – A Common Occurance in Drier Climates And Higher Elevations."
Mayo Clinic. Diakses pada Juli 2026. "Mayo Clinic Q and A: Managing Nosebleeds."
NasoNeb. Diakses pada Juli 2026. "Dry Nose and Nosebleeds: Causes, Treatment, and Prevention."
Sinus & Allergy Wellness Center. Diakses pada Juli 2026. "Why Nosebleeds Are Worse in Scottsdale’s Dry Season—and How You Can Prevent Them."
Sleep and Sinus Centers of Georgia. Diakses pada Juli 2026. "Dry Nose Causing Nosebleeds: ENT Causes and Care."