Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kini Skrining HPV Bisa Dilakukan dari Rumah dengan My HPV-Test
ilustrasi tes HPV dengan metode self-collection/pengambilan sampel mandiri(pixabay.com/Ewa Urban)
  • PT Prodia Widyahusada Tbk bersama Roche Indonesia meluncurkan My HPV-Test, layanan skrining HPV dengan metode self-collection untuk mendukung target eliminasi kanker serviks 2030.

  • My HPV-Test memungkinkan perempuan mengambil sampel sendiri dari rumah menggunakan swab khusus dan teknologi Real-Time PCR, memberikan kenyamanan serta akses digital melalui aplikasi U by Prodia.

  • Metode self-collection terbukti efektif meningkatkan partisipasi skrining, dengan studi percontohan menunjukkan akurasi hampir 99 persen dan membantu mengatasi hambatan psikologis dalam pemeriksaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Upaya pencegahan kanker serviks terus didorong di Indonesia, salah satunya melalui peningkatan akses skrining HPV yang lebih mudah bagi perempuan. Sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai eliminasi kanker serviks pada 2030, PT Prodia Widyahusada Tbk didukung PT Roche Indonesia Diagnostics Division meluncurkan layanan My HPV-Test dengan metode self-collection atau pengambilan sampel mandiri.

Layanan ini hadir sebagai alternatif skrining HPV yang memberikan kenyamanan, privasi, serta kemudahan bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini. Dengan metode ini, pengambilan sampel dapat dilakukan sendiri tanpa prosedur yang lebih invasif seperti pemeriksaan konvensional.

Peluncuran My HPV-Test juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Rencana Aksi Nasional eliminasi kanker serviks yang menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas cakupan deteksi dini HPV di Indonesia.

1. Self-collection diharapkan bantu perempuan lebih rutin skrining HPV

Kehadiran layanan My HPV-Test dinilai penting karena kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di Indonesia. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala karena dipicu oleh infeksi HPV risiko tinggi yang tidak disadari sejak awal.

Di sisi lain, banyak perempuan masih menunda pemeriksaan karena berbagai alasan, mulai dari rasa takut, tidak nyaman saat pemeriksaan, keterbatasan akses layanan kesehatan, hingga stigma sosial terkait pemeriksaan organ reproduksi.

Melalui metode self-collection, perempuan bisa melakukan pengambilan sampel secara mandiri dengan lebih nyaman dan privat. Kehadiran metode ini diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan tersebut sekaligus mendorong lebih banyak perempuan melakukan deteksi dini HPV.

Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Liana Kuswandi, mengatakan inovasi ini dirancang agar skrining menjadi bagian dari gaya hidup sehat perempuan.

"Kami ingin pengalaman skrining menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang rutin dan memberdayakan. Bersama Roche Indonesia, kami menghadirkan layanan yang memungkinkan perempuan Indonesia memiliki akses langsung untuk mengontrol kesehatan mereka," ujar Liana Kuswandi dalam acara peluncuran My HPV-Test pada Minggu (24/5/2026) di Jakarta.

2. Bisa dilakukan mandiri dari rumah

ilustrasi organ reproduksi perempuan (magnific.com/freepik)

Berbeda dengan metode skrining konvensional, My HPV-Test memungkinkan perempuan melakukan pengambilan sampel secara mandiri menggunakan swab khusus tanpa perlu dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan. Bahkan, proses pengambilan sampel dapat dilakukan dari rumah sehingga dinilai lebih praktis dan nyaman.

Pemeriksaan ini menggunakan metode Real-Time PCR untuk mendeteksi 14 genotipe HPV risiko tinggi yang berkaitan dengan kanker serviks. Termasuk di antaranya HPV tipe 16 dan 18 yang diketahui menjadi penyebab mayoritas kasus kanker serviks di dunia.

Pendekatan self-collection ini diharapkan bisa meningkatkan partisipasi perempuan dalam melakukan skrining rutin karena memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih privat dan minim rasa tidak nyaman.

Untuk mempermudah akses, layanan My HPV-Test juga telah terintegrasi dengan layanan digital melalui aplikasi U by Prodia. Dengan begitu, masyarakat bisa memesan kit pemeriksaan, melakukan pengambilan sampel mandiri, hingga memperoleh hasil pemeriksaan secara lebih praktis dalam satu layanan digital.

3. Self-collection dinilai efektif meningkatkan partisipasi skrining

Direktur Diagnostics Division PT Roche Indonesia, Lee Poh Seng, mengatakan inovasi self-collection menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung target eliminasi kanker serviks.

Menurutnya, inovasi Roche untuk metode pemeriksaan mandiri bahkan mendapatkan penghargaan “Best Invention of 2024” dari Time Magazine. Penghargaan tersebut menunjukkan pengakuan global terhadap efektivitas metode self-collection dalam meningkatkan sistem skrining kesehatan perempuan.

Lee menjelaskan, studi percontohan yang dilakukan bersama Kementerian Kesehatan, Jhpiego, dan Bio Farma di Surabaya menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Dalam studi tersebut, 75 persen target perempuan berhasil melakukan pemeriksaan mandiri dengan tingkat akurasi sampel hampir mencapai 99 persen.

"Ini membuktikan bahwa metode self-collection efektif membantu mengatasi hambatan psikologis maupun ketidaknyamanan dalam skrining,” ujarnya.

Hadirnya My HPV-Test dengan metode self-collection diharapkan dapat membuka akses skrining HPV yang lebih nyaman, praktis, dan mudah dijangkau oleh lebih banyak perempuan Indonesia. Dengan deteksi dini yang dilakukan secara rutin, risiko kanker serviks bisa dikenali lebih cepat sehingga peluang penanganan juga menjadi lebih baik.

Editorial Team

Related Article