ilustrasi daging sapi (commons.wikimedia.org/Alpha)
Daging sapi juga termasuk sumber selenium yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari. Kandungan selenium pada daging sapi dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral tersebut, sekaligus memberikan protein, zat besi, dan vitamin B12. Zat besi dan vitamin B12 sendiri berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi sistem saraf. Daging sapi dapat diolah menjadi tumisan, sup, semur, atau dipanggang sesuai selera. Kandungan zat gizinya membuat makanan ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber selenium.
Meski begitu, jenis potongan dan cara memasak tetap perlu diperhatikan. Potongan yang lebih berlemak dapat memberikan kalori dan lemak jenuh lebih tinggi dibandingkan dengan bagian yang lebih rendah lemak. Karena selenium juga tersedia dari ikan, telur, ayam, dan kacang-kacangan, kamu tidak perlu mengonsumsi daging sapi setiap hari untuk mendapatkan mineral ini. Variasikan sumber protein supaya asupan zat gizi lebih beragam.
Selenium memang dibutuhkan tubuh, tetapi jumlahnya tidak perlu dikejar secara berlebihan. Mineral ini sudah bisa diperoleh dari makanan sehari-hari selama menu yang dipilih cukup beragam. Selain selenium, tubuh juga membutuhkan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain agar dapat bekerja dengan baik. Jadi, menambahkan makanan yang mengandung selenium untuk mendukung imunitas ke dalam menu sehari-hari tak perlu berlebihan jumlahnya. Tetaplah perhatikan juga keseimbangan makanan secara keseluruhan.
Referensi
"20 Foods Rich in Selenium." Healthline. Diakses pada Oktober 2026.
"Selenium." The Office of Dietary Supplements (ODS) of the National Institutes of Health (NIH). Diakses pada Oktober 2026.