Puasa bukan hanya perubahan pola makan, tetapi juga praktik spiritual. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang memberi makna hidup berkorelasi dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dan risiko depresi lebih rendah.
Refleksi spiritual dapat membantu seseorang menata ulang prioritas, mengurangi distraksi, dan membangun perspektif yang lebih luas terhadap suatu masalah.
Makna hidup yang kuat sering menjadi pelindung terhadap tekanan psikologis berat.
Puasa dapat membawa sejumlah manfaat bagi kesehatan mental, mulai dari regulasi stres hingga peningkatan rasa makna hidup, terutama pada individu sehat yang menjalankannya dengan pola tidur dan nutrisi yang baik.
Namun, puasa bukan terapi pengganti untuk gangguan mental. Jika kamu mengalami gejala seperti kesedihan berkepanjangan, kecemasan berat, gangguan tidur signifikan, atau pikiran menyakiti diri sendiri, segera temui psikolog atau psikiater. Kesehatan mental adalah hal serius dan layak mendapatkan bantuan profesional yang tepat.
Referensi
John F. Trepanowski et al., “Effects of Alternate-day Fasting or Daily Calorie Restriction on Body Composition, Fat Distribution, and Circulating Adipokines: Secondary Analysis of a Randomized Controlled Trial,” Clinical Nutrition 37, no. 6 (December 5, 2017): 1871–78, https://doi.org/10.1016/j.clnu.2017.11.018.
Amin Riat et al., “Ramadan Fasting in Germany (17–18 H/Day): Effect on Cortisol and Brain-Derived Neurotrophic Factor in Association With Mood and Body Composition Parameters,” Frontiers in Nutrition 8 (August 12, 2021): 697920, https://doi.org/10.3389/fnut.2021.697920.
Harold G. Koenig, “Religion, Spirituality, and Health: The Research and Clinical Implications,” ISRN Psychiatry 2012 (December 16, 2012): 1–33, https://doi.org/10.5402/2012/278730.
Danny Jandali et al., “Mental Health, Sleep Quality, and Psychological Well-Being During the Holy Month of Ramadan,” Healthcare 12, no. 13 (June 29, 2024): 1301, https://doi.org/10.3390/healthcare12131301.
Mark P. Mattson et al., “Meal Frequency and Timing in Health and Disease,” Proceedings of the National Academy of Sciences 111, no. 47 (November 17, 2014): 16647–53, https://doi.org/10.1073/pnas.1413965111.
Antonio Paoli et al., “Ketogenic Diet in Neuromuscular and Neurodegenerative Diseases,” BioMed Research International 2014 (January 1, 2014): 1–10, https://doi.org/10.1155/2014/474296.
Julianne Holt-Lunstad, Timothy B. Smith, and J. Bradley Layton, “Social Relationships and Mortality Risk: A Meta-analytic Review,” PLoS Medicine 7, no. 7 (July 27, 2010): e1000316, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000316.
Xiao-Xin He et al., “Meaning in Life and Psychological Distress: A Meta-analysis,” Journal of Research in Personality 104 (May 23, 2023): 104381, https://doi.org/10.1016/j.jrp.2023.104381.