ilustrasi keringat (pexels.com/cottonbro studio)
Penelitian terhadap 10 laki-laki sehat menemukan bahwa sauna uap menimbulkan beban panas pada tubuh lebih besar dibanding sauna kering. Kelembapan tinggi membuat penguapan keringat—salah satu cara tubuh mendinginkan diri—lebih sulit.
Penurunan berat badan sesaat setelah berkeringat terutama mencerminkan kehilangan cairan, bukan bukti pembakaran lemak. Minum sebelum dan sesudah sesi, hindari alkohol, serta keluar jika pusing, lemas, atau sulit bernapas. Konsultasikan terlebih dahulu jika sedang hamil atau memiliki penyakit jantung maupun masalah tekanan darah.
Untuk inhalasi, hindari menundukkan wajah di atas wadah air panas, terutama pada anak. Penelitian di pusat luka bakar mendokumentasikan cedera akibat tumpahan air panas saat praktik tersebut. Manfaat yang belum pasti tidak menghilangkan risiko luka bakarnya.
Referensi
Cleveland Clinic, “Get Your Sweat On: The Benefits of a Sauna,” diakses September 2026.
Meenu Singh et al., “Heated, Humidified Air for the Common Cold,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 8 (2017): CD001728, https://doi.org/10.1002/14651858.CD001728.pub6.
M. Pandiaraja et al., “Effects of 12 Sessions of Steam Bath Intervention on Spirometry Parameters among Healthy Adult Volunteers,” Journal of Complementary and Integrative Medicine 19, no. 2 (2022): 419–22, https://doi.org/10.1515/jcim-2020-0542.
Cleveland Clinic, “Is Steaming Your Face Good for Your Skin?,” diakses September 2026.
W. Pilch et al., “Comparison of Physiological Reactions and Physiological Strain in Healthy Men under Heat Stress in Dry and Steam Heat Saunas,” Biology of Sport 31, no. 2 (2014): 145–49, https://doi.org/10.5604/20831862.1099045.
Sarah Al Himdani et al., “Home Remedy or Hazard?: Management and Costs of Paediatric Steam Inhalation Therapy Burn Injuries,” British Journal of General Practice 66, no. 644 (2016): e193–99, https://doi.org/10.3399/bjgp16X684289