ilustrasi anak sakit perut (magnific.com/freepik)
Sistem pencernaan anak memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap infeksi, alergi, dan kelainan struktural. Dokter Eva menjelaskan beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter gastro anak, antara lain:
Gangguan saluran cerna atas dan gejala umum:
GERD: Naiknya asam lambung ke kerongkongan yang memicu rasa tidak nyaman pada anak.
Kesulitan menelan: Gangguan pada proses menelan makanan.
Muntah berulang dan muntah darah: Kondisi muntah yang terjadi terus-menerus atau disertai adanya bercak darah.
Sakit perut: Baik yang bersifat akut maupun berulang.
Gangguan buang air besar (BAB):
Diare kronis: Diare yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Sembelit kronis: Sembelit menahun yang sudah berjalan lebih dari 2 bulan.
Sulit BAB: Kesulitan atau hambatan saat anak ingin buang air besar.
BAB darah berulang: Adanya darah pada kotoran anak yang terjadi berulang kali.
Masalah berat badan, nutrisi dan perilaku makan:
Masalah pertumbuhan: Kondisi berat badan susah naik, serta anak yang makan banyak tetapi berat badannya tetap tidak bertambah.
Gangguan makan: Meliputi anak malas makan, kelainan perilaku makan, hingga masalah makan spesifik pada anak dengan cerebral palsy (CP).
Gangguan nutrisi lainnya: Mengatasi obesitas pada anak serta masalah gangguan menyusui pada bayi.
Infeksi dan radang pencernaan kronis:
Alergi makanan: Reaksi sistem imun anak terhadap kandungan makanan tertentu.
Infeksi H. Pylori: Infeksi bakteri pada lambung yang bisa memicu luka atau tukak lambung.
Inflammatory bowel disease (IBD): Peradangan kronis pada dinding saluran cerna, termasuk penyakit Crohn’s dan ulseratif kolitis.
Kelainan hati dan empedu anak:
Kuning pada bayi (jaundice): Kondisi bayi kuning yang menetap atau berlangsung lebih dari 2 minggu setelah lahir.
Atresia bilier: Kelainan bawaan akibat tersumbatnya saluran empedu.
Hepatitis neonatal: Peradangan hati yang terjadi pada masa awal kelahiran bayi.
Hepatitis A/B/C: Infeksi virus yang menyerang organ hati anak.
Kerusakan hati lainnya: Kelainan fungsi hati akibat efek samping obat, kelainan hati autoimun, hingga kondisi gagal hati pada anak.