Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Awas Keliru! Masalah Pencernaan Anak Harus Ditangani Dokter Gastro
Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K) Konsultan Gastroenterohepatologi Anak, Eka Hospital MT Haryono dalam acara 'Mengenal Dokter Gastro Anak: Solusi Masalah Pencernaan Si Kecil' di Jakarta, pada Selasa (21/07/2026) (IDN Times/Misrohatun)
  • Dokter Eva menegaskan pentingnya membawa anak dengan masalah pencernaan ke dokter gastro anak, bukan hanya ke dokter umum, agar diagnosis dan penanganan lebih tepat.

  • GERD pada anak disebabkan oleh klep lambung yang terbuka, bukan karena asam lambung berlebih; penanganannya fokus pada perbaikan fungsi klep dan pemantauan lewat USG.

  • Masalah pencernaan seperti muntah berulang, sembelit kronis, alergi makanan, hingga gangguan hati perlu perhatian khusus; orang tua harus waspada terhadap tanda darurat seperti nyeri perut hebat atau kulit kuning.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang tua kerap keliru saat mencari pertolongan ketika anak sakit. Kasus seperti ini juga tidak bisa dihindari pada masalah pencernaan, yang mana anak sebaiknya mendapatkan perawatan dari dokter gastro anak.

"Banyak pasien yang suka muntah berulang? Banyak. Nah, itu gastro. Terus ada lagi, anaknya ini suka sembelit, BAB-nya jarang-jarang, seminggu sekali. Ada gak? Ada. Banyak. Nah itu gastro," ujar Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K) Konsultan Gastroenterohepatologi Anak, Eka Hospital MT Haryono dalam acara 'Mengenal Dokter Gastro Anak: Solusi Masalah Pencernaan Si Kecil' di Jakarta, pada Selasa (21/07/2026).

GERD bisa terjadi pada anak

Kasus pencernaan yang banyak terjadi adalah gastroesophageal reflux disease (GERD) pada anak—bukan kelainan lambung, melainkan klep/katup lambung.

"Itu klep lambung. Jadi antara tenggorokan dan lambung itu ada klepnya dan klep itu harus selalu tertutup, tapi pada beberapa anak itu terbuka," kata Dr. Eva.

Menurut Dr. Eva, saat ini banyak anak yang hanya memiliki sedikit waktu beristirahat, terutama di sekolah. Anak langsung kembali beraktivitas usai menyantap makanan, di mana seharusnya mereka duduk terlebih dahulu setidaknya setengah jam agar 'makanan turun'. Akibatnya, lambung yang penuh mendorong klep menjadi terbuka.

"Jadi yang dikasih obat sekarang adalah obat untuk menurunkan asam lambung. Padahal kan sakitnya klep. Selama minum obat, baik-baik saja. Tapi pas berhenti, langsung sakit perut lagi dan segala macam. Kalau saya, itu dikasih obat untuk menutup si klep, terus kemudian monitoringnya dengan USG. Tadinya kan terbuka besar klepnya, lama-lama menutup," jelasnya.

Kasus yang ditangani dokter gastro anak

ilustrasi anak sakit perut (magnific.com/freepik)

Sistem pencernaan anak memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap infeksi, alergi, dan kelainan struktural. Dokter Eva menjelaskan beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter gastro anak, antara lain:

Gangguan saluran cerna atas dan gejala umum:

  • GERD: Naiknya asam lambung ke kerongkongan yang memicu rasa tidak nyaman pada anak.

  • Kesulitan menelan: Gangguan pada proses menelan makanan.

  • Muntah berulang dan muntah darah: Kondisi muntah yang terjadi terus-menerus atau disertai adanya bercak darah.

  • Sakit perut: Baik yang bersifat akut maupun berulang.

Gangguan buang air besar (BAB):

  • Diare kronis: Diare yang berlangsung lebih dari dua minggu.

  • Sembelit kronis: Sembelit menahun yang sudah berjalan lebih dari 2 bulan.

  • Sulit BAB: Kesulitan atau hambatan saat anak ingin buang air besar.

  • BAB darah berulang: Adanya darah pada kotoran anak yang terjadi berulang kali.

Masalah berat badan, nutrisi dan perilaku makan:

  • Masalah pertumbuhan: Kondisi berat badan susah naik, serta anak yang makan banyak tetapi berat badannya tetap tidak bertambah.

  • Gangguan makan: Meliputi anak malas makan, kelainan perilaku makan, hingga masalah makan spesifik pada anak dengan cerebral palsy (CP).

  • Gangguan nutrisi lainnya: Mengatasi obesitas pada anak serta masalah gangguan menyusui pada bayi.

Infeksi dan radang pencernaan kronis:

  • Alergi makanan: Reaksi sistem imun anak terhadap kandungan makanan tertentu.

  • Infeksi H. Pylori: Infeksi bakteri pada lambung yang bisa memicu luka atau tukak lambung.

  • Inflammatory bowel disease (IBD): Peradangan kronis pada dinding saluran cerna, termasuk penyakit Crohn’s dan ulseratif kolitis.

Kelainan hati dan empedu anak:

  • Kuning pada bayi (jaundice): Kondisi bayi kuning yang menetap atau berlangsung lebih dari 2 minggu setelah lahir.

  • Atresia bilier: Kelainan bawaan akibat tersumbatnya saluran empedu.

  • Hepatitis neonatal: Peradangan hati yang terjadi pada masa awal kelahiran bayi.

  • Hepatitis A/B/C: Infeksi virus yang menyerang organ hati anak.

  • Kerusakan hati lainnya: Kelainan fungsi hati akibat efek samping obat, kelainan hati autoimun, hingga kondisi gagal hati pada anak.

Tanda-tanda darurat

Segera pergi ke dokter gastro anak, jika mengalami kondisi di bawah ini:

  • Muntah atau diare kronis yang tidak kunjung sembuh dalam hitungan minggu.

  • Buang air besar disertai darah.

  • Mengalami stunting, kurva berat badan tidak naik atau bahkan turun drastis.

  • Nyeri perut hebat yang timbul berulang kali hingga mengganggu aktivitas atau tidur anak.

  • Kulit dan bagian putih mata anak tampak kuning.

  • Batuk atau sesak yang susah sembuh.

  • Sakit dada.

  • Sendawa yang berkepanjangan

  • Bau mulut.

Untuk melihat kondisi bagian dalam saluran cerna secara langsung pada anak, dokter biasanya melakukan tindakan endoskopi. Prosedur ini menggunakan selang fleksibel tipis yang dilengkapi kamera kecil (endoskop).

Curated For You

Editorial Team

Related Article