ilustrasi bayi sakit (pexels.com/Kristina P.)
Tidak semua pasien campak mengalami pneumonia. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami komplikasi ini.
Kelompok yang paling rentan antara lain:
Bayi dan anak kecil: Sistem kekebalan mereka belum berkembang sepenuhnya sehingga lebih mudah mengalami komplikasi.
Anak dengan malnutrisi: Kekurangan nutrisi, terutama vitamin A, dapat memperburuk infeksi campak dan meningkatkan risiko pneumonia.
Orang dengan sistem imun lemah: Misalnya penderita HIV atau pasien yang menjalani terapi imunosupresif.
Karena alasan ini, para ahli menekankan pentingnya vaksinasi campak sebagai cara paling efektif untuk mencegah komplikasi serius, termasuk pneumonia.
Virus campak dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem imun, sehingga dapat memicu infeksi paru yang serius. Sebagian besar kematian akibat campak terjadi bukan karena ruam atau demamnya, melainkan karena komplikasi pneumonia yang merusak fungsi paru-paru dan mengganggu suplai oksigen ke tubuh.
Pencegahan melalui vaksinasi dan penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang berbahaya.
Referensi
William J Moss, “Measles,” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.
Michael J. Mina et al., “Long-term Measles-induced Immunomodulation Increases Overall Childhood Infectious Disease Mortality,” Science 348, no. 6235 (May 7, 2015): 694–99, https://doi.org/10.1126/science.aaa3662.
World Health Organization. “Measles Fact Sheet.” Diakses Maret 2026.
Diane E. Griffin, “Measles Virus‐induced Suppression of Immune Responses,” Immunological Reviews 236, no. 1 (June 15, 2010): 176–89, https://doi.org/10.1111/j.1600-065x.2010.00925.x.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Complications of Measles.” Diakses Maret 2026.