Gejala awal campak biasanya meliputi:
Namun pada bayi, gejala tersebut sering berkembang lebih cepat menjadi kondisi yang serius.
Bayi dan anak kecil memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi sistemik karena respons imun yang belum optimal.
Selain itu, demam tinggi dan dehidrasi dapat terjadi lebih cepat pada bayi karena cadangan cairan tubuh mereka lebih sedikit dibanding orang dewasa.
Pada bayi, campak bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya matang dan mereka belum bisa mendapatkan perlindungan dari vaksin.
Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi dan perlindungan komunitas menjadi sangat penting. Dengan memastikan anak-anak dan orang dewasa di sekitar bayi telah divaksinasi, risiko penularan campak dapat diminimalkan sehingga bayi tetap terlindungi dari campak.
Referensi
World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Vaccination.” Diakses Maret 2026.
Velislava N. Petrova et al., “Incomplete Genetic Reconstitution of B Cell Pools Contributes to Prolonged Immunosuppression After Measles,” Science Immunology 4, no. 41 (October 31, 2019), https://doi.org/10.1126/sciimmunol.aay6125.
A. Katharina Simon, Georg A. Hollander, and Andrew McMichael, “Evolution of the Immune System in Humans From Infancy to Old Age,” Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences 282, no. 1821 (December 22, 2015): 20143085, https://doi.org/10.1098/rspb.2014.3085.
William J Moss, “Measles,” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.