Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Udara Dingin Bisa Membuat Sebagian Orang Sulit Bernapas?
ilustrasi seseorang kedinginan dan sulit bernapas (pexels.com/cottonbro studio)
  • Udara dingin dan kering dapat menyempitkan serta mengiritasi saluran napas, meningkatkan lendir, dan memicu batuk, mengi, atau sesak napas.

  • Risiko keluhan lebih tinggi pada penderita asma, PPOK, emfisema, penyempitan saluran napas akibat olahraga, serta orang dengan saluran napas sensitif; perubahan suhu drastis juga dapat memicu gejala.

  • Cuaca dingin meningkatkan risiko infeksi pernapasan dan pneumonia; pencegahan mencakup hidrasi, humidifier, menutup hidung-mulut, bernapas lewat hidung, menjaga kebersihan, serta menghindari kontak dengan orang sakit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu keluar rumah saat cuaca dingin dan tiba-tiba merasa kesulitan bernapas? Kondisi ini bukan cuma karena tubuh belum terbiasa dengan udara dingin.

Saat udara dingin masuk ke saluran pernapasan, tubuh dapat memberikan respons tertentu untuk menjaga suhu dan kelembapan udara sebelum mencapai paru-paru. Pada orang dengan saluran napas yang sensitif, respons tersebut bisa lebih kuat dan memicu penyempitan saluran napas.

Lantas, mengapa udara dingin bisa membuat sebagian orang sulit bernapas? Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

1. Mengapa udara dingin bisa membuat sebagian orang sulit bernapas?

Hal ini disebabkan oleh:

  • Udara dingin menyebabkan saluran pernapasan menyempit. Kondisi ini dapat meningkatkan produksi lendir dan membuatmu lebih sulit bernapas.

  • Udara dingin dan kering juga dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperparah gejala seperti mengi, batuk, dan sesak napas.

  • Suhu dingin dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi saluran pernapasan seperti pilek dan flu.

  • Saat cuaca dingin, orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, termasuk saat bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini mempermudah penyebaran infeksi saluran pernapasan.

2. Bagaimana cuaca dingin dapat meningkatkan risiko pneumonia?

Salah satu bahaya udara dingin adalah meningkatnya risiko pneumonia. Ini karena udara dingin melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi. Lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan selama cuaca dingin juga dapat menyebabkan kontak yang lebih dekat dengan orang lain serta memicu penyebaran infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia.

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah pneumonia sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ingatlah untuk:

  • Sering mencuci tangan.

  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

  • Melakukan vaksinasi.

  • Mengonsumsi makanan bergizi.

  • Berolahraga secara teratur.

  • Mengupayakan tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Udara musim dingin yang kering dapat memperparah masalah pernapasan dengan menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan hidung, yang memicu gejala seperti hidung kering dan mimisan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum cairan dapat membantu menjaga kesehatan selaput lendir dan mengurangi iritasi.

Pertimbangkan juga untuk menjaga tingkat kelembapan yang ideal di dalam rumah. Penggunaan humidifier dapat membantu menambah kelembapan udara, mengurangi ketidaknyamanan pernapasan, serta bermanfaat bagi kesehatan kulit. Menempatkan wadah berisi air di dekat sumber pemanas ruangan juga dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan meredakan gejala pernapasan.

3. Siapa yang paling berisiko?

ilustrasi serangan asma (unsplash.com/CNordic Nordic)

Orang dengan kondisi saluran pernapasan yang sudah ada sebelumnya adalah kelompok yang paling rentan:

  • Asma: Udara dingin dan kering merupakan pemicu umum yang dapat menyebabkan mengi, batuk, dan sesak napas.

  • PPOK dan emfisema: Suhu dingin dapat memicu spasme bronkus dan memperparah peradangan yang sudah ada.

  • Penyempitan saluran napas akibat olahraga (exercise-induced bronchoconstriction): Pernapasan berat di udara dingin mempercepat hilangnya panas dan kelembapan dari saluran pernapasan, sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala saat melakukan olahraga musim dingin atau aktivitas fisik di luar ruangan.

  • Rinitis alergi atau saluran pernapasan sensitif: Bahkan tanpa diagnosis medis resmi, sebagian orang dapat mengalami iritasi, batuk, atau rasa sesak di dada akibat udara dingin.

Perubahan suhu yang drastis—seperti berpindah dengan cepat dari ruangan hangat ke luar ruangan yang bersuhu sangat dingin—juga dapat memicu gejala, terutama jika selisih suhunya cukup besar.

4. Mengapa olahraga dapat memperparah kondisi ini?

Aktivitas fisik meningkatkan volume udara yang kamu hirup per menit. Dalam cuaca dingin, hal ini berarti lebih banyak udara dingin dan kering yang mengalir melewati lapisan saluran pernapasan yang sensitif dalam waktu singkat. Efek hiperventilasi ini mempercepat proses pendinginan dan pengeringan, yang dapat memperparah peradangan serta kekakuan otot.

Itulah sebabnya pelari, pemain ski, dan atlet yang beraktivitas di luar ruangan saat musim dingin sering kali melaporkan keluhan batuk atau sesak dada yang lebih sering dibandingkan saat cuaca lebih hangat. 

5. Tips bernapas lebih lega saat cuaca dingin

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan agar lebih mudah bernapas, bahkan di hari-hari yang sangat dingin:

  • Tutupi wajah saat berada di luar ruangan. Pada hari-hari yang sangat dingin, lindungi wajah dengan penutup. Gunakan kain atau masker untuk menutupi mulut dan hidung; cara ini akan memerangkap udara hangat di dalam sekaligus menahan udara dingin agar tidak masuk.

  • Biasakan bernapas melalui hidung. Hidung dapat berfungsi sebagai pemanas alami saat kamu menggunakannya untuk bernapas. Saat kamu bernapas melalui hidung, udara akan dihangatkan dan dijaga kelembapannya dengan lebih baik dibandingkan jika kamu bernapas melalui mulut.

  • Berolahragalah di dalam ruangan saat cuaca sangat dingin.

  • Perbaiki kualitas udara di dalam ruangan. Gunakan alat pelembap udara atau humidifier untuk mengembalikan kelembapan udara.

  • Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air putih

Jadi, udara dingin memang bisa membuat sebagian orang merasa lebih sulit bernapas, terutama jika saluran napasnya sensitif atau memiliki kondisi tertentu seperti asma. Meski begitu, keluhan sesak yang sering muncul atau makin berat sebaiknya tidak dianggap sebagai reaksi biasa terhadap suhu dingin. Mengenali pemicunya dapat membantu menentukan cara yang tepat untuk menjaga pernapasan tetap nyaman.

Referensi

Asthma and Lung UK. Diakses pada Oktober 2026. "Cold Weather and Your Lungs."

Main Line Health. Diakses pada Oktober 2026. "Why Breathing Cold Air Can Hurt Your Lungs."

Mercy. Diakses pada Oktober 2026. "Cold Air, Hard Breathing: The Winter Challenge for Asthma and COPD Patients."

West Tennessee Healthcare. Diakses pada Oktober 2026. "Why Is It Harder to Breathe When It’s Cold?"

Curated For You

Editorial Team

Related Article