Penelitian ini tidak dirancang untuk menentukan mekanismenya.
ASI mengandung berbagai komponen yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan, termasuk asam lemak rantai panjang, asam amino, komponen imun, dan mikroorganisme yang dapat memengaruhi perkembangan bayi.
Para peneliti menduga nutrisi, perkembangan sistem imun, atau jalur biologis lainnya mungkin ikut berperan, tetapi mekanisme tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.
Hubungan antara menyusui dan ADHD bukan temuan yang sepenuhnya baru. Metaanalisis tahun 2019 terhadap 11 penelitian juga menemukan bahwa durasi menyusui cenderung lebih pendek pada anak dengan ADHD dibanding kelompok kontrol. Namun, para peneliti saat itu juga menekankan perlunya penelitian longitudinal untuk memahami apakah hubungannya benar-benar bersifat kausal.
Para ahli saat ini merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, kemudian melanjutkan menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih bersama makanan pendamping yang sesuai. Rekomendasi tersebut didasarkan pada manfaat kesehatan dan nutrisi yang luas, bukan pada pencegahan ADHD secara spesifik.
Jadi, studi terbaru ini menambah bukti bahwa durasi menyusui mungkin menjadi salah satu dari banyak faktor yang berkaitan dengan perkembangan gejala ADHD pada masa kanak-kanak. Namun, efeknya kecil dan masih perlu penelitian lebih lanjut.
Referensi
Berit Skretting Solberg et al., “Breastfeeding and Development of Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder Symptoms Across Childhood,” Biological Psychiatry, published online June 19, 2026, doi:10.1016/j.biopsych.2026.06.009.
National Institute of Mental Health, “Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder: What You Need to Know,” diakses Agustus 2026.
Stephen V. Faraone and Henrik Larsson, “Genetics of Attention Deficit Hyperactivity Disorder,” Molecular Psychiatry 24 (2019): 562–575, doi:10.1038/s41380-018-0070-0.
Ping-Tao Tseng et al., “Maternal Breastfeeding and Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder in Children: A Meta-analysis,” European Child & Adolescent Psychiatry 28, no. 1 (2019): 19–30, doi:10.1007/s00787-018-1182-4.
World Health Organization, “Infant and Young Child Feeding,” diakses Agustus 2026.