Saat berbuka, jangan langsung membebani sistem cerna kamu dengan makanan berat dan berminyak. Mulai dengan porsi kecil dan makanan yang mudah dicerna agar tubuh beradaptasi perlahan. Kamu bisa pilih:
Smoothie atau buah potong secukupnya, pilih buah yang tidak asam agar tidak mengiritasi dinding lambung. Minuman yang diblender lebih mudah dicerna karena seratnya lebih halus dibanding buah utuh.
Kurma. Sumber energi cepat yang padat nutrisi dan umum digunakan untuk berbuka.
Sup hangat dengan protein dan karbohidrat kompleks, seperti kentang dan umbi-umbian. Hindari sup krim kental atau terlalu banyak sayur mentah berserat tinggi.
Sayuran matang yang lembut seperti labu siam dan wortel.
Yoghurt tanpa gula atau kefir untuk membantu kesehatan usus.
Lemak sehat seperti telur atau alpukat dalam porsi wajar.
Dengan pola makan ini, gula darah kamu naik lebih stabil, pencernaan lebih nyaman, dan rasa kenyang bisa bertahan lebih lama dibanding langsung makan gorengan, apalagi dalam jumlah besar.
Referensi
Attinà, Alda, Claudia Leggeri, Rita Paroni, Francesca Pivari, Michele Dei Cas, Alessandra Mingione, Maria Dri, Marco Marchetti, and Laura Di Renzo. “Fasting: How to Guide.” Nutrients 13, no. 5 (May 7, 2021): 1570.
Qi, Lu. “Fried Foods, Gut Microbiota, and Glucose Metabolism.” Diabetes Care 44, no. 9 (August 20, 2021).
“What is the Deal with Fried Food”. Anar Allidina Nutrition. Diakses pada Februari 2026.